NADI GURU BLOG

#5 Langkah Mudah Agar Tulisan Dimuat di Surat Kabar

Posted by Dede Taufik on Sunday, 24 July 2016

Nadi Guru – Cara menulis di surat kabar – Saat ini, menulis bagi guru telah menjadi suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Hal ini guna bisa naik pangkat atau golongan. Banyak tulisan yang bisa dihitung angka kreditnya. Salah satunya adalah menulis artikel yang dimuat atau dipulikasi di surat kabar (Koran).
Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman terkait dengan tulis menulis. Namun, terlebih dahulu ijinkan saya untuk menceritakan awal mula mengapa terjun menjadi penulis di surat kabar. Awalnya, pada waktu itu (sekitar tahun 2012 hingga 2014) saya suka mengkritisi kebijakan atau hal-hal yang tak sesuai dengan keadaan. Namun ternyata, kritikan itu dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Di mana saya dikatakan sebagai seseorang yang memberontak (pemberontak). Waktu itu, kritikan disampaikan melalui media sosial seperti Facebook dan juga BBM. Pertimbangannya sederhana karena saya belum berani untuk mengkritisi langsung secara berhadapan.
Sampai akhirnya, ada sahabat saya yang bilang jika apa-apa yang ditulis itu menjadi suatu masalah hingga sanksi pun pernah saya peroleh. Ya, mungkin sepertinya salah satu sanksinya adalah pernah tidak naik gaji dan di tahun berikutnya naiknya sangat kecil. Dari situ saya berfikir ulang untuk mengkritisi, di mana katanya hampir setiap status yang dibuat adalah ditujukan kesana. Padahal sebenarnya tidak. Ya, mungkin karena orang pandai menyimpulkan tanpa mengetahui keberannya.
Langkah yang diambil bagaimana agar tulisan itu bermanfaat adalah dengan mencoba menulis sebuah artikel yang kemudian dkirimkan ke surat kabar. Masih ingat, tulisan pertama yang dimuat adalah “Meraih Prestasi Melalui Gaya Belajar” pada tanggal 24 Maret 2014, di Forum Guru Pikiran Rakyat.
Forum Guru Pikiran Rakyat Meraih Prestasi

Yang kemudian tanggal 26 Maret 2014, masih di Forum Guru Pikiran Rakyat tentang “Antara Sertifikasi dan Perceraian Guru”.
Forum Guru Pikiran Rakyat Sertifikasi dan perceraian Guru

Dari situ mulailah untuk menyempatkan waktu menulis dan mengirimkan artikel tersebut ke bebrapa surat kabar. Dan Alhamdulillah, tulisan pun pernah dimuat di Surat Kabar Republika, Galamedia, Kabar Priangan, dan Pikiran Rakyat. Bagi yang penasaran, bisa dilihat di TULISAN DT.

Sebenarnya menulis artikel agar dimuat di surat kabar itu sangat mudah. Hanya membutuhkan 5 langkah saja, diantaranya adalah:
#1. Niat
Niat adalah langkah awal yang perlu dilakukan. Dengan niat yang kuat, akan muncul motivasi secara sendirinya. Jadi, niatkan dulu untuk memulai menulis agar bisa dipublikasikan di surat kabar.

#2. Membaca
Nah, setelah niat udah bulat. Langkah berikutnya adalah membaca. Pasalnya, ada yang bilang jika niat saja tidak cukup. Maka lakukan langkah yang kedua yaitu membaca. Menurut saya, membaca itu adalah poin penting dalam menulis. Mengapa? Karena dengan membaca dapat menambah wawasan kita. Sehingga, ketika menulis tidak terlalu buntu dan nulisnya bisa lancar. Sebenarnya, membaca itu bisa apa saja. Baik membaca buku, membaca dari internet, membaca situasi dan kondisi, membaca lingkungan, dan juga membaca surat kabar itu sendiri.

#3. Pelajari ‘gaya’ surat kabar
Maksud gaya disini adalah gaya bahasa dan tulisan dari surat kabar yang akan dituju. Pasalnya, berdasarkan pengalaman pribadi jika setiap surat kabar itu memiliki ciri khasnya masing-masing. Misalnya, minimal dan maksimal panjang tulisan. Biasanya ini berbeda-beda sesuai dengan kebijakan dari setiap surat kabar untuk disesuaikan dengan kolomnya. Nah, ketika kita sudah menemukan ciri khasnya itu. Maka segeralah menulis!

#4. Menulis
Barulah di langkah yang ke empat adalah menulis. Mulailah menulis dengan ide yang sudah diperoleh. Ide itu sangat luas, ya tentunya kita peroleh dari hasil membaca tadi. Teknik menulis setiap orang itu berbeda dan mempunyai ciri khas masing-masing. Gaya bahasa yang digunakan oleh si “A” itu pasti memiliki perbedaan dengan si “B”. Jadi, ketika ada perbedaan namun masih ada pada jalurnya itu maka lanjutkanlah. Bisa jadi, itu yang akan menjadi ciri khas Anda sendiri.

#5. Kirim tulisan Anda ke surat kabar
Jika tulisannya sudah selesai, maka langkah penting yang harus dilakukan tentunya adalah mengirim tulisan kita tersebut. Cara mengirimnya bisa via pos atau juga via emal. Namun, kebanyakannya saat ini adalah menggunakan email.

Lima langkah di atas sudah dilakukan dengan baik. Sesungguhnya ada langkah terakhir yang tak kalah pentingnya, yaitu berdoa kepada Alloh Swt agar tulisan kita bisa berhasil dimuat. Cobalah rasakan ada kebahagiaan tersendiri ketika tulisan kita dimuat. Mungkin, nama Anda bisa dkenal oleh banyak orang. Apalagi tulisannya berkualitas.


Pesannya, jangan mudah menyerah dan putus asa ketika tulisan itu tidak dimuat. Teruslah berjuang hingga suatu saat nanti kita bisa fasih dalam menulis. Keuntungannya banyak jika kita menulis itu. Maka, segeralah menulis!

Previous
« Prev Post

Related Posts

20:51:00

1 komentar:

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!