#6 Poin Bentuk Hukuman Dari Pihak Sekolah Kepada Siswa yang Tidak Boleh Dipolisikan

loading...
loading...
Sekolah ini melarang keras guru hukum siswa dipolisikan, apakah kamu setuju? Larangan tersebut dituangkan dalam sebuah surat perjanjian antara pihak  sekolah dengan orangtua siswa baru. Hal itu karena adanya sejumlah kasus kalau guru yang dilapor-kan orangtua akibat diduga telah menghukum fisik muridnya dan menjadi isu hangat di masyarakat.
Surat perjanjian sekolah dan orangtua siswa
Bukan hanya ramai diperbincangkan di media sosial. Namun ternyata juga memengaruhi kebijakan pihak sekolah. Salah satunya kebijakan tersebut adalah berupa adanya surat perjanjian antara pihak-sekolah dengan pihak murid beserta walinya.
Seperti beredar di media-sosial (Medsos) bahwa sebuah surat perjanjian dengan kop SMP Negeri 6 Mataram ini yang dikutip brilio.net, Minggu (3/7). Walaupun belum diketahui ke-benarannya, namun di situ tertulis dengan jelas para siswa baru diharus-kan untuk menyetujui persyaratan perihal penertiban kedisiplinan.
Setidaknya, terdapat 6 poin bentuk hukuman dari pihak sekolah kepada siswa tersebut yang tidak boleh dipolisikan, diantaranya adalah:
  1. Dicubit sampai merah/biru karena terlambat.
  2. Dipotong rambutnya karena gondrong.
  3. Dijemur di lapangan upacara karena tidak mengerjakan tugas.
  4. Disuruh push up karena berisik di kelas.
  5. Dijewer karena pakaian tidak rapi.
  6. Hukuman lainnya yang disesuaikan dengan tingkat kesalahan.


Nah, bagaimana menurut Anda atas surat perjanjian tersebut? Apakah berlebihan atau masih ada poin-poin yang perlu ditambahkan???
loading...

Artikel Terkait

#6 Poin Bentuk Hukuman Dari Pihak Sekolah Kepada Siswa yang Tidak Boleh Dipolisikan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

8 July 2016 at 11:48 delete

Berlebihan. Menurut saya itu kekerasan pada anak. Anak SMP adalah anak remaja yang perlu diberi teladan dan dibimbing dengan persahabatan. Tidak ada gunanya menggunakan kekerasan kecuali menginginkan generasi yang menganggap kekerasan sebagai pendidikan.

Reply
avatar

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!