Ancaman Pengembalian Dana Sertifikasi Guru

Dana Sertifikasi Guru akan Dikembalikan --- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Esly Parir SE MSi meminta kepada para guru yang sudah bersertifikasi agar tidak memaksakan diri mengejar 24 jam pertemuan mengajar di sekolah, jika memang tidak cukup atau tidak terpenuhi dalam satu minggu. Karena itu, nanti akan menjadi masalah di kemudian hari tercapaiannya.

“Sebenarnya sudah banyak guru-guru di Kabupaten Malinau yang sudah lulus sertifikasi baik guru tingkat SD, SMP maupun tingkat SMA/SMK. Tapi kalau tidak cukup mencapai 24 jam pertemuan, jangan dipaksa,” ungkap Esly Parir kepada media ini saat dikonfirmasi terkait guru-guru bersertifikasi yang kemungkinan tidak bisa memenuhi jam wajib mengajar 24 jam dalam seminggu.

Sebab, sambung Esly Parir, jika dilakukan audit pada suatu saat maka dana tunjangan sertifikasi yang didapat atau dibayarkan kepada guru akan dikembalikan jika memang tidak sesuai dengan ketentuan.  Terlebih, jika guru tersebut tidak melakukannya sesuai dengan kegiatan.

“Dana atau tunjangan sertifikasi itu akan dikembalikan pak, kalau saat diaudit tidak sesuai dengan ketentuan,” tegas Esly Parir.


Oleh karena itu, Esly Parir Esly mempersilakan kepada semua guru untuk mengajar di sekolah lain jika memang di sekolah itu membutuhkan tenaga pengajar sesuai bidang studi yang dibutuhkan. Misalnya, jika ada sekolah membutuhkan guru bahasa Indonesia bisa dipindahkan guru bahasa Indonesia dari sekolah yang memang kurang jam wajib mengajarnya dari 24 pertemuan dalam seminggu sesuai ketentuan. (m.kaltara.prokal.co)
Ancaman Pengembalian Dana Sertifikasi Guru

Artikel Terkait

Ancaman Pengembalian Dana Sertifikasi Guru
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...