Antar Anak Sekolah Sebagai Gerakan Revolusi Mental

loading...
loading...
Mendikbud: Antar Anak ke Sekolah Adalah Gerakan Revolusi Mental--- Hari Pertama Sekolah (HPS) pada ajaran baru 2016/2017 menjadi momen tersendiri bagi orang tua, untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, dalam kunjungannya ke SDN I Polisi, Bogor mengatakan, mengantar anak pada Hari Pertama Sekolah (HPS) merupakan bagian dari revolusi mental. Pasalnya, mendidik anak bukan hanya tugas guru tetapi tugas orang tua dan guru. Keduanya harus berkolaborasi.

"Orangtua jangan mengantar anak di pintu gerbang, harus ada komunikasi antar guru dan orang tua. Pendidikan harus ada kolaborasi. Karena belajar harus seumur hidup. Orangtua harus mendidik anak di rumah, dan guru mendidik anak di sekolah," kata Anies, Tinjauan HPS di SDN I Polisi Bogor, Jawa Barat, Senin(17/7).

Selanjutnya, Pendiri Indonesia Mengajar juga menyebutkan, orangtua yang mengantarkan anaknya pada HPS sangat baik untuk membangun kemitraan antara orangtua, siswa, guru, dan sekolah. Guru wajib menyampaikan rencana kegiatan setahun pada orangtua. Selain itu, guru juga wajib berinteraksi dengan orangtua untuk mengetahui potensi dan karakter anak.

"Jika orangtua dan guru berinteraksi, maka akan tercapai kepercayaan antar keduanya. Persoalan seperti saling melaporkan antar guru, siswa, dan orangtua yang sering terjadi, dapat dicegah jika keduanya berinteraksi," ujar dia.

Anies menjelaskan, orangtua dapat memperkenalkan karakter, dan potensi anak, sehingga guru dapat memahami untuk membimbing anak tersebut seperti apa ke depannya.
Mantan Rektor Universitas Paramadina juga menyampaikan peran guru pada saat HPS meliputi; Pertama, guru menyambut siswa dan orangtua. Kedua, berkenalan dan bertukar kontak dengan orangtua. Ketiga, mengapresiasi orangtua karena telah memberikan kepercayaan untuk mendidik anak-anak mereka. Keempat, bertanya kepada orangtua potensi dan karakter anak. Kelima, berdiskusi dengan wali kelas sebelumnya. Keenam, mengajak orangtua berkolaborasi menciptakan kegiataan penunjang pelajaran.
Lanjut dia, jika dipenuhi maka, mengantar anak ke sekolah akan menjadi Revolusi Mental di dunia pendidikan, terutama untuk orangtua dan sekolah. Pasalnya, dengan suasana baru dapat menyegarkan iklim belajar mengajar di sekolah. Anak akan lebih semangat ke sekolah.
Pada kesempatan sama, Anies juga mengucapkan apresiasi akan wujud kepedulian orangtua kepada anak. Ia juga berpesan kepada anak-anak untuk belajar yang rajin.

"Ini hari yang mengesankan. Jadi, anak-anak belajar yang rajin ya dan ikuti pesan guru dan wali kelas, jadikan ini pengalaman yang berkesan," ujar dia.

Kepada orang tua, Anies berpesan untuk mendidik anak dengan pola berbeda. Biarkan anak belajar dengan caranya, karena mereka hidup masa berbeda. Orangtua harus mendidik anak sebagai pembelajar.
Sementara itu, sebagai orangtua yang baru pertama kali mengantarkan anaknya ke sekolah dasar (SD), Tina(39) orangtua dari Rafael (6) menyambut baik gerakan HPS ini. Dia menuturkan, putranya sangat bersemangat untuk ke sekolah. Maka sebagai orangtua sangat mendukung.

"Mendukung banget dong, anak jadi semangat. Tadi malah bangun pagi banget," ujarnya sambil tersenyum.

Pendapat senada juga disampaikan Razak, orangtua dari Falih Azizih (7). Ia mengaku, izin untuk datang terlambat untuk mengantar anaknya sekolah.
Dia mengaku tidak akan melewatkan kesempatan emas tersebut. Pasalnya, anak adalah investasi jadi harus didik dan diasuh sebaik mungkin dari awal masuk sekolah.
Meksi mendukung gerakan HPS, Razak mengaku, putranya tidak akan diantar setiap hari. Anaknya harus mandiri.


"Program ini baik ya, tapi anak saya gak selamanya diantar tiap hari. Nanti nggak mandiri," ujar dia. (Beritasatu.com)
Antar Anak Sekolah Sebagai Gerakan Revolusi Mental
loading...

Artikel Terkait

Antar Anak Sekolah Sebagai Gerakan Revolusi Mental
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!