Inilah Cara Sekolah Untuk Proteksi Gurunya Dari Pengaduan Ke Pihak Polisi

Nadi Guru – Kabar terkait dengan permasalahan guru terus mencuat ke publik. Berita ini selalu menjadi viral di media sosial. Pasalnya, guru-guru itu harus mengalami nasib yang mengkhawatirkan karena diadukan oleh orangtuanya ke pihak kepolisian.

Namun, ada cara sekolah yang bisa diaplikasikan jika ingin terhindar dari jeratan hukum ketika melaksanakan proses ‘mendidik’, seperti kasus guru yang telah mencubit siswa di Bantaeng dan juga Sinjai.

Caranya seperti apa? Salah satu sekolah yang ada di Mataram, tepatnya Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Mataram, membuat surat perjanjian. Surat perjanjian itu antara pihak sekolah dengan calon siswa dan orangtuanya, untuk memproteksi guru. Surat ini pun beredar viral di media sosial.
Inilah Cara Sekolah Untuk Proteksi Gurunya Dari Pengaduan Ke Pihak Polisi
 M Ramli Rahim, selaku Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengakui jika rangkaian dua kasus pelaporan dan juga penuntutan terhadap guru di Bantaeng dan juga Sinjai, Sulawesi Selatan, banyak membuat para guru dan pengelola sekolah di Indonesia menjadi resah.

Di Bantaeng, guru Nurmayani Salam, sampai awal Juni 2016, harus duduk di-kursi pesakitan Pengadilan Negeri Bantaeng. Hal itu dikarenakan dilaporkan oleh orangtua siswa karena mencubit anaknya. Nurmayani guru SMPN 1 Bantaeng itu didakwa mencubit dan juga menganiaya siswinya, tahun 2015 yang lalu.

Sementara itu di Sinjai, Guru SMA 2 Sinjai yang bernama Mubassyir juga dilaporkan ke polisi karena me-mangkas rambut siswanya yang dianggap bandel dan tidak mau mengikuti aturan umum di sekolah.

Dikabarkan jika di SMPN 6 Mataram tersebut mewajibkan untuk meneken perjanjian tertulis itu bersamaan saat pengembalian formulir dan juga pendaftaran ulang. Dari Sebuah-salinan dokumen yang di-peroleh Tribun, melalui seorang kerabat orangtua siswa di Makassar. Formulir isian tersebut mencantumkan setidak-nya 8 perjanjian.

Salah satunya adalah siswa dan orangtuanya bersedia tidak menuntut guru dan sekolah jika siswa dicubit.

Selain itu, pada poin lain perjanjian itu juga meminta kesediaan bagi siswa dan orangtuanya untuk tidak menuntut pihak sekolah, kalau rambut-nya digunting oleh guru. Lembaran dokumen per-janjian yang masih kosong itupun, sudah beredar secara viral di beberapa komunitas instan chat di-Makassar.


Menurut Bapak dan Ibu, bagaimana tanggapannya terkait dengan langkah seperti yang dilakukan oleh SMP N 6 Mataram tersebut?

Artikel Terkait

Inilah Cara Sekolah Untuk Proteksi Gurunya Dari Pengaduan Ke Pihak Polisi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...