Menanamkan Budi Pekerti Melalui Dongeng Pada Anak

NadiGuru – Dongeng merupakan sebuah cerita. Namun, tak semua cerita bisa dikatakan sebagai dongeng. Pasalnya, dongeng adalah cerita yang tak benar-benar terjadi. Hal ini sebagaimana yang diartikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Selan itu, Menurut Dra. Sri Tiatri dari Fakultaas Psikologi Universitas Tarumanegara, pengertian dongeng secara luas diartikan sebagai membacakan cerita ataupun menularkan cerita pada anak. Baik itu sebuah cerita yang nyata, tidak nyata, atau juga pengalaman orangtua.
Pada dasarnya, pendidikan budi pekerti pada anak itu merupakan tanggung jawab dari para orang tua. Setiap orang tua, dituntut dan diwajibkan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Sejak anak masih bayi pun harus sudah mendapatkan pendidikan budi pekerti. Khususnya, bagi seorang ibu. Di mana, ibu yang mengandung dan juga melahirkan, serta mengurus anak-anak di dalam keluarga. Perannya begitu dekat dibandingkan dengan seorang ayah, karena ayah sebagai kepala keluarga harus memenuhi kewajibannya dalam mencari nafkah.
Seorang ibu, harus memberikan kasih sayang kepada anak. Dalam pola pengasuhannya juga harus memberikan makna dalam kehidupan si anak. Dari anak-anak hingga tumbuh dewasa, anak pun diajari tentang bagaimana cara berperilaku yang baik di dalam kehidupan. Tentunya, dengan bertindak sebagai figure yang memberikan keteladanan bagi anak.

Nah, apakah dongeng juga bisa dijadikan sebagai jalan untuk menanamkan atau menumbuhkan budi pekerti? Kita simak penjelasannya di bawah ini!
Pada dasarnya, banyak cara untuk menumbuhkan budi pekerti pada anak-anak. Salah satunya adalah melalui dongeng. Namun, sangat disayangkan, pasalnya dongeng telah jarang diberikan kepada anak-anak. Padahal, anak-anak itu suka dengan cerita-cerita. Dan hal itu bisa dilakukan kapan saja.
Apalagi sewaktu anak mau tidur, membacakan dongeng adalah hal yang layak untuk dilakukan. Jangan salah! Seperti halnya anak mau tidur, tapi sambil berada di depan televisi. Apalagi jika tayangan sinetronnya itu buat orang dewasa. Jangan-jangan, anak akan merekamnya sehingga esok apa yang ditontonnya (perilaku jelek), akan ditirunya.
Lebih baik, anak diberikan atau dibacakan dongeng anak-anak. Jika memang tidak bisa mendongeng sebaga alasannya. Banyak kok di internet dongeng-dongeng yang bisa dimanfaatkan. Namun, jangan lupa jika di akhir selesai mendongeng. Para orangtua harus memberikan atau menyampaikan amanat (pesan) yang terkandung dalam dongeng tersebut.
Dalam hal ini, itulah yang dimaksud dengan penanaman budi pekerti yang dilakukan dengan melalui dongeng. Apalagi, jika anak bisa menyimpulkan sendiri tentang maksud dan tujuan dari dongeng tersebut. Pasti itu efeknya akan sangat luar biasa sekali bagi perkembangan anak.
Berkenaan dengan penanaman budi pekerti, tak dimungkiri jika para orang tua itu menganggap jika apa yang anak peroleh terkait dengan pembelajaran budi pekerti itu cukup dari sekolah. Sungguh, itu merupakan pandangan yang salah dan harus segera dirubah. Pasalnya, tanggung jawab mutlaknya ada pada orang tua.
Sehingga, alangkah baiknya jika para orang tua pun melakukan komunikasi yang baik terhadap pihak sekolah. Bukan hanya komunikasi terkait dengan prestasi dalam bidang akademiknya saja, melainkan juga komunikasi yang berkaitan dengan budi pekertinya. Dan masalah pendidikan budi pekerti, harus menjadi perhatian secara khusus dari para orang tua.
Di akhir artikel ini, kami Nadi Guru mengajak bagi para orang tua. Yu, kita bacakan dongeng untuk anak-anak kita dengan maksud menanamkan budi pekerti! Bagi yang membutuhkan dongengnya bisa dililhat di Galeri Guru Indonesia!

Harapannya, semoga anak-anak kita menjadi manusia yang berbudi pekerti! Amin… 
Menanamkan Budi Pekerti Melalui Dongeng Pada Anak

Artikel Terkait

Menanamkan Budi Pekerti Melalui Dongeng Pada Anak
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...