Mendikbud Berganti, Bagaimana Dengan Kurikulum?

Nadi Guru – Baru-baru ini, Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), telah melakukan reshuffle terhadap kabinetnya. Salah satu menteri yang digantikan adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendkbud), Anies Baswedan. Di mana, Anies Baswedan digantikan oleh Prof. Muhajir
Seperti yang kita ketahui, jika saat ini kurikulum yang digunakan di sekolah ada dua, yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang dikenal dengan kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 (K13). Namun, secara bertahap K13 diterapkan di sekolah-sekolah dengan mulai menambah jumlah sekolah yang menerapkannya.
Meskipun memang harapan dari para kebanyakan guru atau juga pemerhati pendidikan, jika kurikulum yang digunakan itu hanya satu saja, baik mau K13 atau KTSP. Tapi, nampaknya hal itu masih belum bisa dilakukan. Bahkan, tak dimungkiri jika ada sekolah yang ingin tetap menerapkan KTSP di sekolahnya.
Nah, dengan adanya pergantian menteri, dalam hal ini Mendikbud. Mungkin saja memunculkan pertanyaan, “Apakah pergantian Mendikbud ini akan memengaruhi terhadap kurikulum?” atau mungkin pertanyaannya, “Apakah akan ada model kurikulum baru yang akan kembali diterapkan?”

Pertanyaan tersebut muncul adalah hal yang wajar. Pasalnya, banyak yang beranggapan jika ganti menteri, ganti juga kurikulum. Namun, untuk menjawab pertanyaan itu kita lihat saja perkembangannya. Yang terpenting adalah para pemangku kebijakan bisa berkolaborasi dengan dengan pelaksana pendidikan (guru). Agar tujuan pendidikan itu bisa tercapai secara maksimal. 
Mendikbud Berganti, Bagaimana Dengan Kurikulum?

Artikel Terkait

Mendikbud Berganti, Bagaimana Dengan Kurikulum?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...