NADI GURU BLOG

Pak Samhudi Belum Bebas Meskipun Telah Berdamai

Posted by Dede Taufik on Saturday, 9 July 2016

Samhudi Guru yang dipidana gara-gara cubit Siswa --- PGRI atau Persatuan Guru Republik Indonesia, Sidoarjo, meminta kepada Ketua Majelis Hakim sidang kasus dugaan penganiayaan siswa guna memutuskan bebas terhadap tersangkanya, Samhudi, Jumat (8/7/2016). Permintaan itu disampaikan Tim Lembaga Konsultasi dan juga Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Sidoarjo, Priyo Utomo, Jumat (8/7/2016).
Priyo mengatakan bahwa dasar permintaan pembebasan Samhudi adalah fakta adanya suatu perjanjian perdamaian dan juga pencabutan berkas perkara antara Samhudi dengan Serka Yuni Kurniawan beberapa waktu lalu. Priyo meminta Ketua Majelis Hakim Rini Sesuni, untuk mempertimbangkan perjanjian damai ini sebagai dasar putusan.

“Adanya perjanjian damai dan pencabutan ini menandakan kedua pihak sudah tak lagi mempermasalahkan kasus itu," kata Priyo.

Sebagai seorang pengacara, Priyo menyadari bahwa proses pengadilan terhadap guru SMP Raden Rahmad ini terus berlanjut meski telah ada perdamaian. Priyo menuturkan pihaknya menghormati alur hukum itu dan akan menjalaninya dengan tertib. Kendati demikian, pihaknya meminta adanya perjanjian damai itu dapat membebaskan Samhudi dari ancaman penjara.
Priyo juga meminta agar pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar proporsional mendakwa kliennya dengan memasukan perjanjian damai itu sebagai item bukti yang meringankan. Priyo menambahkan apapun tuntutan JPU pada sidang 14 Juli nanti, pihaknya sudah menyiapkan pembelaan.

“Kalau dari sisi JPU, memang sudah tugasnya untuk menuntut dan mendakwa. Namun harapan kami, hakim bisa membebaskan klien kami dari itikad baik yang sudah dilakukan kedua belah pihak," sambungnya.

Kepala Kejari Sidoarjo, Sunarto, menyatakan pihaknya akan melakukan dakwaan sesuai alat bukti yang ada. Namun, adanya perdamaian antara kedua belah pihak yang bertikai akan masuk dalam pertimbangan tuntutan.

“Apapun kasusnya, selama ada itikad baik pihak-pihak yang terlibat pasti dimasukan ke dalam pertimbangan. Begitupun kasus ini," tandas Sunarto.

Hanya saja, mantan Kepala Kejari Jombang ini tak membeberkan mengenai pasal dakwaan maupun ancaman hukumannya dengan alasan masih masih mempertimbangkan.

“Masih proses pertimbangan. Lihat nanti saja di persidangan," ujarnya.

Peristiwa ini terjadi pada 3 Februari silam. Saat itu, ada beberapa siswa SMP Raden Rahmad Balongbendo yang tidak mengikuti kegiatan salat dhuha dan malah bermain-main di sungai. Samhudi memergoki para siswa ini dan menghukum mereka dengan cara berbaris. Dari momen ini terdapat dua versi pernyataan. Dari pihak Samhudi, setelah membariskan siswanya, ia hanya mengelus pundak dan lengan siswanya sembari menasehati agar mengikuti kegiatan salat dhuha.
Sementara dari pihak pelapor menyatakan anaknya, SS (15), dicubit hingga memar pada tiga tempat di lengan kanan atas. Ada bukti visum dari pernyataan pelapor tersebut. Kemudian pada 8 Februari, Yuni Kurniawan orangtua SS melaporkan Samhudi ke Polsek Balongbendo.

Setelah empat bulan proses penyidikan, berkas perkara tersebut telah lengkap hingga akhirnya Samhudi disidang pada 29 Juni lalu. Selama proses sidang, ratusan guru se-Jatim melakukan demonstrasi dan mendatangi PN Sidoarjo untuk mrndukung rekannya. Namun, sidang ditunda sampai 14 Juli mendatang karena pihak JPU belum menyiapkan dakwaan. (Tribunnews.com
Guru Samhudi saat sidang di pengadilan

Previous
« Prev Post

Related Posts

15:14:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!