Sabar! Ribuan Guru Honorer Gagal Menerima Tunjangan Lebaran

Ribuan guru honorer di Subang, Jawa Barat, harus menerima sebuah kenyataan pahit. Di mana, mereka batal menerima tunjangan bantuan operasional sekolah daerah sebelum Lebaran. Hal itu dikarenakan Pemerintah Subang lamban dalam menyikapi ‘UU No 23 Tahun 2014’ tentang Pemerintah Daerah yaitu penerima bantuan harus ber-badan hukum, termasuk juga sekolah swasta.
Guru honorer gagal terima tunjangan lebaran

Beberapa bulan yang lalu, sikap Pemkab Subang tetap pada pendirian-nya jika penerima bantuan sosial harus berbadan hukum, termasuk juga sekolah. Hal itu ber-dampak pada terlambat-nya pencairan dana bos daerah yang di-peruntukan untuk guru-guru honorer di Subang. Setelah menemu-kan titik terang, sekolah swasta yang ber-badan hukum yayasan bisa menerima bantuan bos daerah.
Hal itu menyusul Permendagri No ‘14 Tahun 2016’ tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari APBD. Setelah adanya aturan tersebut, Pemkab Subang memutus-kan bahwa sekolah swasta yang ber-badan hukum yayasan bisa menerima bantuan berupa bos daerah. Setelah dicair-kan, guru swasta di sekolah bisa merasa-kan uang bos daerah tersebut.
Namun, ber-hubung Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih, baru saja menandatangi SK pencairan bosda pada Selasa (28/6). Dana tersebut tak bisa dicair-kan sebelum Lebaran. Untuk proses administrasi di DPPKAD, dibutuh-kan waktu sekitar belasan hari. Jadi, bos daerah baru bisa dicair-kan akhir Juli mendatang, tepatnya setelah Lebaran.
‘’Kalau dari dulu Pemkab Subang me-nyikapi UU No 23 Tahun 2014 itu bahwa sekolah swasta yang ber-badan hukum dapat menerima bantuan, ya, tidak seperti ini jadinya. Sebab, kemarin-kemarin pihak-nya simpang siur menyikapi UU tersebut di Subang,’’ ungkap Ketua Forum Tenaga Honorer Madrasah Indonesia (FTHMI) Kabupaten Subang, Saeful Hakim kepada Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group).
Kabid Perbendaharaan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Subang, Tatang Saepulloh menjelas-kan, bahwa setelah SK pen-cairan dana bos daerah ditantangani oleh Plt bupati Subang. Pihaknya tinggal menunggu berkas-berkas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Hingga waktu ini, lanjut dia, berkas itu belum diterima DPPKAD.
‘’DPPKAD menunggu berkas dari dinas pendidikan. Belum ada berkas yang masuk. Kalau ditotal, ada 850 berkas guru-swasta,’’ kata Tatang.

Menurutnya, kalaupun berkas di-terima sebelum Lebaran oleh DPPKAD, bos daerah tetap tak bisa di-pastikan dicairkan sebelum Lebaran. Untuk proses verifikasi, satu berkas membutuh-kan waktu minimal sepuluh menit. (Jpnn.com)

Artikel Terkait

Sabar! Ribuan Guru Honorer Gagal Menerima Tunjangan Lebaran
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...