Waduh,,, Siswa Menjadi Korban Konflik Antara Guru dan Pemerintah

loading...
loading...
Di Meksiko, konflik antara Guru pembangkang dan pemerintah telah terjadi beberapa dasawarsa terakhir. Sehingga mengakibatkan sejumlah generasi pelajar tidak bisa menyelesaikan pendidikannya.
Menurut Direktur NGO, David Calderon, hingga siswa lokal lulus SD. Mereka sudah kehilangn semua tahun akademik, pasalnya guru-guru itu ikut dalam pawai protes.
Siswa yang sedang belajar

‘’Dalam 6 tahun, seorang anak di Oaxaca kehilangn sedikit-nya 200 hari pelajaran, yang sama dengan 1 tahun ajaran di Meksiko,’’ kata Calderon dlam wawancara dengan Xinhua seperti dilansir Okezone.
Menurut NGO yang mendukung terhadap pembaruan pemerintah, bahwa selama lebih dari 22 tahun jika anak-anak di sekolah umum negara di Oaxaca, belum juga bisa menikmati tahun ajaran penuh. Walaupun konflik antara guru pembangkang dan juga pemerintah mempunyai sejarah panjang.
Sebagian besar letupan paling-akhir ketegangan sudah berpusat pada pembaruan. Para guru mengatakan, jika pembaruan itu mengancam pekerjaan mereka dengan menetap-kan penilaian berkala. Selama lebih dari 6 bulan, para guru dari Koordinator Nasional Pekerja Pendidikan (CNTE), sayap pembangkang serikat guru nasional, telah menduduki bundaran pusat di Ibu Kota Negara Bagian itu, Oaxaca.
Dan mendirikan penghalang jalan di jalan raya utama di dalam dan juga luar kota, serta terkadang merusak kantor pemerintah. Pada awal Juni, sejumlah delapan pendukung CNTE tewas dalam bentro-kan dengan polisi yang ber-usaha membubarkan protes.
Protes tersebut juga telah menyebar ke negara bagian lain, termasuk Guerrero, Chiapas, dan juga Michoacan. Namun, Oaxaca terus menjadi yangpaling ber-golak. Demikian laporan Xinhua ---yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Protes itu pula telah memengaruhi sekitar 891 ribu siswa di 14.226 pra-sekolah umum dan dasar serta menengah.
‘’Situasi di Oaxaca sangat rumit, sangat kusut,’’ kata Caldeeron, mantan profesor di Universitas Otonomi Nasional di Meksiko (UNAM).
Di antara negara anggotaOrganisasi bagi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Meksiko menempati posisi terendah dalam prestasi murid, di belakang Turki, Yunani, dan jugaRepublik Slowakia, dalam studi 2012.
Program Penilaian Siswa Internasional (PISA), yang ber-laku bagi 34 negara OECD, memperlihat-kan jika 9 dari setiap 10 siswa SD di Oaxaca jatuh ke kategori dua paling rendah. Kekacauan berlarut-larut, selama lebih dari dua dasawarsa, dan juga selama itu CNTE telah menguasai sektor pendidikan negara bagian.
Pada 2015, pemerintah Negara Bagian merebut kembali kendali.
‘’Mereka menerima (upah) sebagai guru, tapi mereka me-lakukan kegiatan politik untuk partai, untuk wali kota atau untuk CNTE sendiri.’’ kata Calderon, yang kegiatan organisasi-nya untuk menggolkan pembaruan dan juga setiap kebijakan lain yang dirancang untuk meningkat-kan pendidikan di Meksiko.

Pembaruan itu juga memiliki tujuan untuk menghapus-kan praktik lama di Meksiko mengenai pewarisan posisi pengajar dari satu generasi ke generasi yang berikutnya di dalam satu keluarga, ataupun menjualnya. Namun, jangkauan pembaruan sistem pendidikan telah ter-bukti terbatas. (Okezone.com)
loading...

Artikel Terkait

Waduh,,, Siswa Menjadi Korban Konflik Antara Guru dan Pemerintah
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!