NADI GURU BLOG

Wow,,, Wali Murid Ini Tulis Surat dan Izinkan Pukul Anaknya Pakai Rotan Jika Bandel

Posted by Dede Taufik on Tuesday, 12 July 2016

Maraknya Siswa Polisikan Guru --- Dalam beberapa hari ini, pengguna media sosial (medsos) dibuat miris oleh maraknya fenomena mempolisikan guru, hanya gara-gara mencubit siswa yang ‘bandel’. Tak sedikit yang marah kepada para siswa dan juga orangtuanya yang ‘enteng’ hukum kepada para guru. Di mana yang sejatinya guru itu harus dijunjung tinggi dan juga dihormati, karena jasa mulianya dalam mencerdaskan anak bangsa.
Tidak mau guru menjadi lemah dalam mendidik siswa yang bandel itu. Salah seorang wali murid di Kota Bima, justru membuat pernyataan bahwa dirinya ‘rela dan ikhlas’ jika anaknya tidak menaati aturan untuk dipukul saja.
Surat itu ditandangi langsung oleh wali murid, dengan nama Asnawai dan juga ditunjukkan pada kepala sekolah (kepsek) di Kota Bima tempat anaknya belajar.

“Apabila anak saya bandel dan tidak menurut pada guru maka tegurlah, masih tetap bandel cubitlah. Dan jika masih tetap bandel lagi maka pukulah dengan kayu atau rotan," tulis surat pernyataannya bertanggal 4 Juli 2016 tersebut, seperti dikutip brilio.net, Senin (11/7).

Bahkan, wali murid itu menuliskan dalam surat, apabila anaknya mengadu karena dipukul. Maka, ia justru akan memarahinya dan juga membentaknya dengan mengatakan:

“Tanpa guru kamu tidak akan mengenal Tuhan!”


Foto yang kemudian ramai di medsos ini punjuga  tentu saja menarik simpati dari banyak orang. Mereka setuju dan juga memuji dengan niat baik dan juga sikap percayanya orangtua siswa itu kepada guru untuk mendidik anak-anaknya.  (Brilio.net)
Wali Murid Ini Tulis Surat dan Izinkan Pukul Anaknya Pakai Rotan Jika Bandel

Previous
« Prev Post

Related Posts

13:29:00

1 komentar:

  1. Kepada anakku apa nian yang kuinginkan?
    Pertama agar akhlak mulia kepadanya ditanamkan
    Supaya anakku dikasihi Tuhan dan insan
    Kedua agar anakku pandai dan berkemampuan
    Supaya sukses perjuangannya dalam kehidupan
    Adapun balasnya kepadaku kuserahkan pada Tuhan

    Namun mewujudkannya tak semudah membalik telapak tangan
    Bantuan didikan guru sangat kuharapkan bahkan kuandalkan
    Menyadari anak belum memahami betul tentang kebaikan
    Untuk itu guru kadang sampai meniadakan senyuman
    Bahkan terpaksa gunakan cubit dan pukulan rotan
    Gunakanlah wahai guru, tidak ku marah apalagi laporkan
    Yang penting janganlah tinggalkan cacat di badan

    Bila anakku lapor padaku, malah kutambahkan pelajaran
    Terima kasih wahai guru, anakku telah kaudidikkan
    Tugas dan kewajibanku padanya telah kaugantikan
    Semoga kita semua dalam ridho Tuhan


    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!