#3 Kesenjangan Pendidikan Menurut Mendikbud Muhadjir

loading...
loading...
Nadi Guru - Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), mengatakan bahwa sedikitnya ada tiga (3) kesenjangan yang terjadi di dunia pendidikan. Makanya menurut Muhadjir, tak ada pembedaan dalam pendidikan.
#3 Kesenjangan Pendidikan Menurut Mendikbud Muhadjir
Muhadjir menjelaskan, tiga jenis kesenjangan dalam pendidikan tarsebut yakni; pertama yakni kesenjangan struktural yang disebabkan karena kebijakan; kedua kesenjangan kultural karena budaya, misalnya ada orang yang masih menganggap pendidikan kurang penting. Ketiga kesenjangan spasial karena perbedaan desa dan kota.

Yang tinggal di desa harus ada usaha lebih banyak untuk dapat mengakses pendidikan,” paparnya saat membuka kegiatan Lomba Motivasi Pelajar Mandiri (Lomojari) 2016 kantor di Kemdikbud, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Ia mengakui, kesenjangan memang tak bisa dihindari. Makanya ia menegaskan, tak perlu ada pembedaan dalam pendidikan. Salah satu upaya pemerintah untuk menaggulangi kesenjangan spasial adalah membuka SMP satu atap. Langkah ini menjadi cara memperpendek jarak desa dan kota sehingga para siswa punya banyak pilihan untuk pendidikan formal.
Untuk diketahui, seperti disampaikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemdikbud, Hamid Muhammad Kemdikbud terus berupaya menambah jumlah SMP satu atap yang terintegrasi dengan SD. Hal ini bertujuan agar siswa tidak putus sekolah setelah lulus SD.

“SMP terbuka sudah ada sejak 1979. Tadinya ada 4.500 tetapi sekarang turun jadi 900. Kami justru menambah jumlah SMP satu atap yang saat ini sudah ada sekira 5.000 sekolah,” terangnya.


Hamid menambahkan, SMP satu atap ini akan difokuskan di daerah 3T untuk memperluas akses pendidikan di sana. Lulusan sekolah tersebut tetap mendapat ijazah formal layaknya selolah pada umumnya. (Pojoksatu.id)
loading...

Artikel Terkait

#3 Kesenjangan Pendidikan Menurut Mendikbud Muhadjir
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!