Guru Menulis : Full Day School dan Tripusat Pendidikan

Nadiguru.web.id – Guru menulis --- Tulisan yang berjudul “Full Day School dan Tripusat Pendidikan” ini dimuat d Harian Umum Kabar Priangan (Jumat, 26 Agustus 2016). Tulisan ini adalah untuk menanggapi sebuah kebijakan terkait dengan Full Day School dan Tripusat Pendidikan. Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di bawah ini:
Guru Menulis : Full Day School dan Tripusat Pendidikan

Full Day School dan Tripusat Pendidikan
Saat ini, wacana full day school (sekolah seharian penuh) tengah menyedot perhatian publik. Hal ini disebabkan karena program tersebut dipandang akan membuat para siswa menjadi stress. Di mana, para siswa harus menjalani rutinitas yang baru yakni dari pagi hingga sore harus berada di sekolah.
Dalam kesempatan ini, penulis tidak bermaksud untuk menjadi penentang terhadap kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah terkait dengan penerapan full day school tersebut. Pasalnya, segala aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah harus ditaati sepenuhnya oleh seluruh warga masyarakat.
Namun, penulis hanya ingin menanggapinya dengan konsep yang pernah dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara tentang tripusat pendidikan (tiga pusat pendidikan) yakni pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di mana, ketiganya saling berkaitan dalam membentuk sikap positif terhadap anak yang disebut dengan pendidikan karakter.
Diakui, jika sekolah memiliki peranan penting dalam melaksanakan pendidikan karakter terhadap peserta didiknya. Bahkan, hal itu harus menjadi tujuan dari setiap sekolah yang meski diprioritaskan untuk dicapai. Namun, bukan berarti mengesampingkan peran dari pendidikan keluarga dan juga masyarakat. Karena bagaimanapun, anak tak selamanya akan tinggal di sekolah melainkan akan kembali pada keluarga dan lingkungan masyarakatnya.
Dengan begitu, sebagai suatu kesatuan yang utuh dalam tripusat pendidikan. Nampaknya ketiga pusat itu harus turut andil dalam memberikan pendidikan karakter, baik di sekolah, keluarga, dan juga masyarakat. Sehingga, akan tertanam kuat sebuah karakter terhadap anak yang menjadikan dirinya untuk mampu beradaptasi dalam setiap kondisi dan situasi.
Pada dasarnya, sebagaimana yang penulis ketahui bahwa pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama. Dalam hal ini, segala sesuatu yang ditularkan oleh orangtuanya akan menjadi bagian dari karakter yang dimiliki oleh anak.
Sementara untuk pendidikan di lingkungan masyarakat, ini pun menjadi alasan kenapa wacana full day school banyak yang menolaknya. Di mana, khusus untuk di daerah perkampungan atau pedesaan. Pendidikan masyarakat seperti sekolah agama dan mengaji, masih menjadi bagian yang telah membudaya. Bahkan, untuk peserta didik pada jenjang SD dan SMP masih diharuskan untuk mengikutinya.

Dengan begitu, wacana terhadap penerapan full day school harus dikaji dengan matang tentang segala sesuatunya. Alangkah baiknya, jika pemerintah menjadi jembatan yang memperkokoh ketiga pusat pendidikan tersebut. Sehingga, ketiganya saling mendukung satu sama lainnya dan mampu menciptakan generasi emas yang kelak akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, keluarga, nusa, bangsa, dan negara. Semoga… 

Artikel Terkait

Guru Menulis : Full Day School dan Tripusat Pendidikan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...