Peran Guru dalam Mempertahankan Kemerdekaan NKRI

Nadiguru.web.id - Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. (Undang-undang no.14 tahun 2005)
Peran Guru dalam Mempertahankan Kemerdekaan NKRI

PGRI
Sebuah organisasi yang anggotanya kebanyakannya adalah guru yaitu PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Organisasi ini lahir pada tanggal 25 November 1945. Tepatnya 100 (seratus) hari setelah kemerdekaan Indonesia.
Peran Guru dalam Mempertahankan Kemerdekaan NKRI
Cikal bakal PGRI yaitu diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang berdiri di tahun 1912. PGHB inipun kemudian berganti nama menjadi ‘Persatuan Guru Indonesia’ (PGI) pada tahun 1932.
Perubahan nama ini pun pastinya mengejutkan terhadap pemerintah Belanda. Pasalnya ada kata ”Indonesia”. Di mana, hal itu mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Namun sebaliknya, kata ”Indonesia” itu sendiri sangat didambakan oleh para guru dan juga Bangsa Indonesia.
Semangat proklamasi ‘17 Agustus 1945’ menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 yang dlaksanakan di Surakarta. Melalui kongres tersebut, segala organisasi dan juga kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungaan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan juga suku dihapuskan.
Melalui semangat pekik “merdeka” dan atas pemboman oleh tentara Inggris terhadap studio RRI Surakarta. Mereka pun serentak untuk bersatu dalam mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan, yaitu :
  • Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia
  • Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan
  • Membela hak dan nasib buruh  pada umumnya, dan guru pada khususnya.


Kongres PGRI II dan III Bertekad Mempertahankan Kemerdekaan
#1. Kongres PGRI II
Kongres PGRI II berlangsung di Surakarta pada tanggal 21-23 Desember 1946, dalam susanana geloranya revolusi mempertahankan kemerdekaan. Para Guru pada masa itu bukan hanya memberi pelajaran di dalam kelas. Namun juga sebagai pengobar api perjuangan dalam melawan NICA (Belanda) dan juga Sekutu demi tegaknya kemerdekaan.
Ditengah-tengah dan juga semangat perjuangan pula, para guru memiliki hasrat untuk merintis revolusi kemerdekaan. Sehingga, keputusan penting diputuskan pada masa kongres PGRI II yang diantaranya adalah:
#1. Mengusulkan kepada pemerintah agar diadakan sentralisasi sekolah, yaitu:
  • Sekolah-sekolah menengah (SMP-SMA0 supaya diurus oleh PPK.
  • Sekolah dasar (SR) agrar didesentralisasi oleh tiap-tiap propinsi.

#2. Kantor Pengajaran Keresidenan hendaknya diubah menjadi Insepksi Pengajaran.
#3. Untuk mempertinggi derajat keguruan hendaknya sekolah guru diambil dari lulusan SMP, yaitu untuk SGA.

Dalam Kongres PGRI II ini pun berhasil dibentuk kepengurusan PB-PGRI, sebagai berikut:
  • Ketua I : R.H. Kusnan
  • Ketua II : Soejono Kromodimulyo
  • Ketua II : Sujono
  • Penulis I : J. Sutemas
  • Penulis II : Mh. Husodo
  • Bendahara I : Sumidi Adisasmita
  • Bendahara II : Dinema
  • Ketua Bagian Pendidikan : D. Notohamijoyo
  • Ketua Bagian Perburuhan : sosro
  • Ketua Bagian Penerangan : Selamet I

Pada tahun 1948, R.H. Kusno diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam Kabinet Muhammad Hatta, yang kemudian kabinet ini harus menghadapi pemberontakaan PKI Madiun.

#2. Kongres PGRI III
Kongres III berlangsung di Madiun pada tanggal 27-29 Februari 1948. Kongres ini bersifat darurat dan sederhana. Pada Kongres ini tepilih susunan PB PGRI , yaitu :
  • Ketua I : Sujono Kromodimulyo
  • Ketua II : Sujono
  • Ketua III : Sudarsono
  • Panitera Umum I : barahim Prawirosumito
  • Panitera Umum II : Andogo W. Karsono
  • Bendahara I : Dinema
  • Ketua Bagian Pendidikan : supoyono ( kemudian diganti Mandoyo Dewo )
  • Ketua Bagian Perburuhan : Sastrosuwignyo
  • Ketua Bagian Penerangan        : Selamet I

Meskipun segala cobaan menghampiri secara bertubi-tubi ke organisasi PGRI. Namun, PGRI terus konsisten terhadap cita-cita perjuangan yang secara tegas telah digariskan dalam azas tujuan PGRI sebagai identitasnya, yaitu;
#1. Mempertahankan NKRI
#2. Meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran nasional sesuai dengandasar falsafah Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
#3. Tidak bergerak dalam lapangan politik, atau sifantnya non partai politik.
#4. Sifat dan siasat perjuangan PGRI, yaitu:
  • Bersifat korektif dan kontruktif terhadap pemerintah pada umumnya, dan khususnya terhadap Kementrian PPK, yaitu dengan partai mempertahankan kebebasannya sebagai serikat pekerja.
  • Bekerjasama dengan serikat-serikat pekerja (Buruh) lainya.
  • Bekerjasama dengan badan-badan lainya, seperti partai politik, organisasi=organisasi pendidikan dan badan-badan pejuang lainya.
  • Bergerak ditengah-tengah masyarakat.

Itulah kiranya informasi sederhana terkait dengan Peran Guru dalam Mempertahankan Kemerdekaan NKRI. Semoga bermanfaat!

Sumber :
http://marchan-kampushijau.blogspot.co.id/2011/11/bab-ii-perana-pgri-dalam-perjuangan.html
http://vivahistoria121.blogspot.co.id/2014/09/peranan-guru-dalam-mempertahankan.html

Artikel Terkait

Peran Guru dalam Mempertahankan Kemerdekaan NKRI
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...