Prihatin, Siswa Ini Belajar Hanya Beralaskan Tikar

Nadi Guru – Belajar di tempat nyaman memanglah suatu keharusan. Hal itu bisa menumbuhkan konsentrasi, sehingga materi yang diajarkan oleh guru bisa diserap dengan baik. Namun, berbeda dengan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) PUI Cinangka, Desa Cengal Kecamatan Maja. Pasalnya, terpaksa harus belajar tanpa meja dan kursi. Setiap hari mereka belajar dengan beralaskan tikar di ruang guru.
Kondisi yang memprihatinkan ini sudah berlangsung lama setelah dua ruang kelas di sekolah tersebut tidak dapat dipergunakan lagi, begitu juga meja dan kursi siswa. Meskipun  harus belajar dengan sarana yang begitu minim, para pelajar ini  terlihat tetap semangat mengikuti kegiatan belajar.
Kepala Sekolah (Kepsek) MI PUI Cinangka, Komarudin mengungkapkan kerusakan sarana gedung di sekolahnya sudah berlangsung lama, bahkan sudah bertahun-tahun. Namun sayangnya, kerusakan itu belum juga mendapatkan perhatian, sehingga kondisinya semakin parah, dan akhirnya dua ruang kelas sama sekali tidak dapat dipergunakan.

“Kerusan paling parah terjadi pada ruang kelas 3 dan 4. Dua ruang itu sudah hampir roboh sehingga dapat mengancam kesemlatan siswa, karena itu akhirnya kegiatan belajar mengajar kami pindahkan ke ruang guru,” ungkapnya, Sabtu (30/7).

Kerusakan yang terjadi pada ruang-ruang kelas serta sarana pendukungnya, seperti meja dan kursi siswa sudah dilaporkan kepada pemerintah. Tetapi sampai sekarang bantuan yang diharapkan itu tidak kunjung tiba.

“Karena bantuan tak kunjung turun, kami terpaksa membawa anak-anak belajar di sini,” katanya.

Komarudin berharap, para anak didiknya tidak terus menerus  belajar dalam kondisi memprihatinkan.

“Semoga bantuan dapat segera direalisasikan sehingga anak-anak  dapat belajar dengan tenang, sehingga bisa lebih fokus dalam mengikuti proses belajar,” harapnya.

Sementara itu salah seorang warga yang juga orang tua siswa sekolah MI Cinangka, Muhid mengaku sering  merasa cemas saat anaknya ada di sekolah. Kecemasan yang ia rasakan juga dirasakan oleh para orang tua siswa lainnya.


“Melihat kondisi bangunan sekolah yang kerusakan semakin parah membuat saya dan orang tua  lainnya sering merasa cemas ketika anak-anak masih di sekolah, apalagai bila turun hujan atau angin, kami kuatir sekolah roboh dan mencelakai anak-anak,” katanya. (Edukasi.fajarnews.com)
Prihatin, Siswa Ini Belajar Hanya Beralaskan Tikar

Artikel Terkait

Prihatin, Siswa Ini Belajar Hanya Beralaskan Tikar
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...