Subhanalloh,,, Guru Honorer Ini Rela Mengajar Tanpa Gaji

Nadi Guru - Guru honorer Sekolah Menengah Pertama Negeri 35 Banjarmasin, harus rela bekerja tanpa digaji selama tiga (3) bulan ke depan. Pasalnya, SMP baru buka pada tahun ajaran 2016/2017 dan juga masih pinjam tempat di Sekolah Dasar Negeri Sungai Andai 4 Banjarmasin ini belum mendapatkan kucuran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Sekolah ini mempunyai 21 guru, namun baru tiga guru yang berasal dari ASN (Aparatur Sipil Negara). Sedangkan 18 sisanya adalah guru honorer. Gaji guru honorer berasal dari dana BOS dengan presentase 10 persen dari anggaran yang didapat.
Di APBN, satu siswa mendapatkan Rp 1 juta per siswa per tahun dan juga Rp 600 ribu dari APBD. Biasanya dana BOS dari APBN diajukan pada bulan Desember. Pengajuan ini dilakukan untuk pencairan dana untuk tahun selanjutnya. Berhubung SMPN 35 baru berdiri otomatis pengajuan untuk dana BOS pun belum dilakukan.
Guru honorer di SMPN 35 pun harus bersabar. Mereka harus siap bekerja tanpa mendapatkan honorer hingga bulan Oktober nanti. Sebab, sekolah ini baru saja mengajukan dana BOS APBN untuk triwulan ketiga dan keempat. Yang pencairannya akan dilakukan pada bulan Oktober.
Sebagai guru honorer di SMPN 35 Banjarmasin, Juwita, mengaku tidak masalah jika belum mendapatkan gaji. Menurutnya, yang penting siswa di SMPN 35 bisa belajar dengan normal. Guru dengan mata pelajaran IPS ini sebelumnya pernah mengajar sebagai guru honorer di SMP swasta dengan bayaran yang lebih tinggi yakni Rp 300 ribu per bulan. Sedangkan di SMPN 35, ia hanya dibayar Rp 10 ribu per jam dengan total jam mengajar 4 jam per pekan. Artinya, dalam sebulan Juwita hanya mendapat Rp 160 ribu. “Ya namanya juga pengabdian. Tak masalah bagi kami,” bebernya di SDN Sungai Andai 4 Banjarmasin.
Kepala SMPN 35 Banjarmasin, Aminsyah, menjelaskan sejak awal penerimaan guru honorer pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada calon guru honorer kalau pembayaran gaji akan tertunda. Baru dibayarkan kalau dana BOS sudah cair. Meski begitu, jumlah guru honorer yang mendaftar ternyata cukup banyak. Ada 18 guru dengan total tiga rombel (rombongan belajar/kelas). Jadi, dia menerapkan kebijakan satu kelas satu guru mata pelajaran yang berbeda dari kelas sebelahnya. “Kami punya guru IPA ada tiga, ya tiap kelas beda-beda,” katanya.
Untuk soal pengajukan dana bos APBN, pihaknya sudah mengupayakan ke pusat. Apalagi sekolah boleh mengajukan dana BOS APBN pada triwulan ketiga dan keempat. “Sudah disetujui oleh kepala dinas juga. NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) pun sudah dikeluarkan oleh pusat. Jadi kami harap Oktober, November, Desember dana BOS sudah cair. Sehingga honor guru dapat dibayarkan,” ucapnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi, mengatakan bahwa Disdik hanya menyediakan ATK (Alat Tulis Kantor) di sekolah ini. Dia sedang mendata guru mana saja yang kelebihan jam mengajar agar dapat dipindahkan ke SMPN 35. “Ini masih didata. Soal dana BOS sedang kami upayakan,” tuntasnya. (Kalsel.prokal.co)
Subhanalloh,,, Guru Honorer Ini Rela Mengajar Tanpa Gaji

Artikel Terkait

Subhanalloh,,, Guru Honorer Ini Rela Mengajar Tanpa Gaji
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...