Tanggapan Wacana “Full day school” Untuk Sekolah di Perkampungan

loading...
loading...
Nadiguru.web.id – Adanya gagasan “Full day school” dari Mendikbud baru nampaknya memunculkan berbagai tanggapan. Dalam kesempatan ini, kami hanya melansir terhadap tanggapan untuk sekolah yang berada di perkampungan.
Salah satu tanggapan itu muncul dari Bapak Usep Romli yang merupakan budayawan asal garut. Tanggapan yang beliau berikan melalui sebuah postingannya sebagai berikut:
Tanggapan Wacana “Full day school” Untuk Sekolah di Perkampungan

FULLDAYS SCHOOLMendengar rencana Mendikbudnas, menyelenggarakan sekolah sehari suntuk (fulldays school), seorang murid SD di pedesaan terpencil bertanya :“Kapan saya dapat mencuci seragam satu-satunya yang sudah robek ini? Jika sekolah sehari suntuk, pakai apa besok ke sekolah? Karena saya tak punya lagi baju ganti.”

Selain itu, muncul juga tanggapan dari Bapak Opik yang merupakan guru SD di daerah Culamega Kabupaten Tasikmalaya. Dan sekaligus beliau merupakan pendiri “Komunitas Ngejah” yang bergerak dalam bidang literasi.
Tanggapan Wacana “Full day school” Untuk Sekolah di Perkampungan1

“Lamun Full DAY School kaci teu nya kikieun jeung barudak?” katanya memberikan keterangan pada gambar yang diuploudnya.

*Lamun Full DAY School kaci teu nya kikieun jeung barudak? (dalam bahasa Indonesia : Jika Full day school, boleh gak bermain seperti ini dengan anak-anak?)

Postingannya itu juga ada yang menanggapinya. Salah satunya adalah akun milik Indra Diana yang menyatakan “Segeeeeeeerrrrr, mun full day kitu sarua jeng ngbunuh karakter bangsa, moal nyaahen ka nagara da teu apal budaya jeng lingkunganana barudak teh.”

Nah, itulah kira-kira beberapa tanggapan terhadap wacana “full day school” untuk sekolah di perkampungan. Bagaimana menurut Anda?
loading...

Artikel Terkait

Tanggapan Wacana “Full day school” Untuk Sekolah di Perkampungan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!