Waspadai Pengaruh Negatif Sinetron

loading...
loading...
Nadi Guru - Orangtua meski benar-benar dapat memberikan pengawasan terhadap anaknya di rumah. Khususnya, dalam menyaring karakter peran dalam sinetron yang dianggap layak dan tidak bagi anak-anak. Banjirnya sinetron yang ada di televisi membuat anak bebas memilih karakter yang disukai.
Waspadai Pengaruh Negatif Sinetron
Karakter pemain sinetron saat ini banyak dipakai oleh anak-anak di sekolah sebagai rujukan. Mulai dari perkataan, tingkah lalu atau sekedar aksesoris yang biasa dipakai oleh para pemain sinetron. Keberadaan sinetron sendiri memiliki peran sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi ada cerita tentang kebaikan, tapi di sisi yang lain ada karakter jahat dan buruk.
Parahnya, tayangan sinetron yang memiliki banyak karakter itu muncul di jam-jam anak-anak sedang belajar. Hasilnya, para orang tua harus benar-benar piawai dalam memberikan waktu jam belajar dan nonton televisi. Sedikit saja menjadi kebiasaan ketika jam belajar dipakai untuk menonton televisi, maka anak akan mengalami kecanduan untuk melakukan hal yang sama di kemudian hari.
Pemerhati pendidikan anak Surabaya Isa Anshori mengatakan, anak merupakan peniru yang ulung. Mereka dengan mudah menirukan semua karakter, tingkah laku, omongan, ataupun tindakan yang dilihatnya. Baik itu dilihat langsung dalam kehidupan nyata maupun dilihat melalui televisi.
Kalau karakter baik yang ditiru mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, ketika kebiasaan buruk yang nantinya akan membentuk karakter anak akan berbahaya. Dalam kondisi ini, anak sebagai peniru yang ulung akan terus merekam kebiasaan yang dilihatnya. Sehingga nantinya mereka akan melakukan tindakan yang sama seperti yang pernah dilihatnya.
Kebiasaan itu akan kentara selali bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Mereka banyak melihat hal baru dalam hidupnya. Masa transisi dari sikap kekanak-kanakan menjadi dewasa akan berpengaruh. “Makanya, berikan saja contoh yang baik,” katanya.
Begitu juga dengan tayangan di televisi. Para orang tua juga harus bisa memberikan pilihan tayangan yang baik dan bermutu bagi anaknya. Kalau bisa ada unsur pendidikan serta pembangunan karakter anak. Semua itu memang tidak mudah, tapi bisa dilakukan oleh semua orang tua.
“Ini penting untuk masa depan mereka. Jangan sampai anntinya mereka menjadi sulit untuk dibentuk karena karakter mereka sejak dini sudah dirasuki oleh tontonan yang belum waktunya,” jelasnya.

Aksi kekerasan serta perkataan yang kotor dan tayangan bagi orang dewasa harus bisa dihindari oleh anak-anak. Beberapa tayangan televise terkadang masih menayangkan aksi kekerasan serta tayangan bagi orangdewasa di jam-jam anak-anak menonton televisi.
Sumber :
http://www.sdm4sby.com/web/index.php?option=com_content&view=article&id=496:hindari-karakter-negatif-sinetron&catid=2:artikel&Itemid=28
loading...

Artikel Terkait

Waspadai Pengaruh Negatif Sinetron
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!