Guru Menulis : Game dan Budaya Belajar

Game dan Budaya Belajar : Nadiguru.web.idTulisan tentang Game dan Budaya Belajar dimuat di Harian Umum Kabar Priangan edisi Jumat, 20 Januari 2017 pada rubik Guru Menulis (Gumeulis). Adapun tulisan lengkapnya bisa And baca di bawah ini!
Baca juga : Blog Teknologi Abah Deta yang khusus untuk seputar Teknologi

Belajar merupakan suatu proses untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik melalui sebuah pengalaman. Tanpa belajar, apalah artinya hidup ini. Kita akan menjadi manusia yang serba ketinggalan. Tentunya akan tertinggal oleh orang-orang yang mau menyempatkan dirinya untuk belajar.
Di era teknologi, sebenarnya kegiatan belajar itu sangat mudah. Berbagai informasi telah tersedia dalam genggaman tangan, salah satunya adalah telepon pintar (gadget). Namun, ternyata hal itu hanya sedikit yang menyadari dan memanfaatkannya untuk belajar. Apalagi oleh anak-anak kita yang masih sekolah (pelajar).
Pasalnya, anak-anak kita lebih tertarik untuk memanfaatkan gadgetnya sebagai alat bermain game ketimbang untuk belajar. Sehingga, hal itu harus menjadi bahan renungan baik oleh orangtua maupun guru di sekolah.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa sebagian besar anak-anak pasti menyukai game. Bahkan, kita pun tak akan kesulitan untuk menemukan seorang anak yang sedang asyik bermain game. Baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, dan juga di lingkungan masyarakat.
Yang perlu kita waspadai saat ini adalah game tersebut mampu membuat anak menjadi ketagihan dan lupa waktu. Sehingga, budaya belajar akan semakin sulit untuk ditanamkan kepada anak. Tentunya jika hal itu terjadi, maka hancurlah harapan kita untuk mengantarkan generasi emas yang berkualitas di masa depan.
Padahal, tantangan kehidupan di masa mendatang akan lebih sulit dibandingkan dengan saat ini. Dimana, dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi akan menjadikan dunia tanpa batas. Persaingan akan semakin terbuka lebar. Bukan hanya dengan orang-orang dalam satu negara, melainkan dengan orang-orang negara tetangga maupun juga dengan orang-orang di penjuru dunia.
Untuk itu, sebelum generasi kita terjerumus lebih dalam pada suatu perilaku yang salah kaprah. Maksudnya adalah perilaku yang senang bermain game ketimbang perilaku yang senang untuk belajar. Mari kita selamatkan generasi kita dengan dimulai dari diri sendiri dan dengan saling mengingatkan antara satu dengan yang lainnya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh orangtua maupun juga guru dalam membatasi anak bermain game dan menanamkan budaya belajar adalah melalui pendampingan. Cara ini menurut saya lebih efektif, pasalnya anak-anak masih berada pada masa pencarian jati diri dan sangat membutuhkan pendampingan. Dalam hal ini, anak-anak membutuhkan arahan positif dari orang-orang di sekelilingnya terutama orangtua dan guru dalam menemukan jati dirinya.

Harapan besar saya adalah generasi kita mendatang harus lebih berkualitas dan mampu bersaing dalam berbagai situasi dan kondisi. Sehingga, generasi kita mendatang bisa terhindar dari kemiskinan dan juga kebodohan. Semoga...
Penulis : Dede Taufik, S.Pd.

Artikel Terkait

Guru Menulis : Game dan Budaya Belajar
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...