NADI GURU BLOG

Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Posted by Dede Taufik on Thursday, 19 January 2017

Kebudayaan Bali : Nadiguru.web.id – Sahabat Nadi Guru, kita pastinya pernah atau bahkan seringkali mendengar nama “Bali”. Bahkan, bagi para pembaca blog ini pun pastinya pernah merasakan keindahan Bali dan juga sedikit atau banyaknya telah mengenal kebudayaan yang ada di Bali. Ya, Bali merupakan salah satu propinsi yang ada di Indonesia dengan ibu kotanya adalah Denpasar. Dan julukan yang diberikan untuk Bali adalah “Pulau Dewata”. Di mana, propinsi ini menjadi salah satu penyumbang besar bagi pendapatan Negara Indonesia yang kita cintai ini.
Berdasarkan asal usul katanya, Bali berasal dari kata ‘Bal’, yang menurut bahasa Sansekerta artinya adalah “Kekuatan”. Sementara itu kata Bali berarti “Pengorbanan”. Artinya, agar kita itu tak melupakan terhadap kekuatan yang ada pada kita. Hal itu bertujuan agar kita pun juga bisa siap untuk selalu berkorban.

Letak Propinsi Bali
  • Secara astronomis

Provinsi Bali terletak di 8° LS dan 115° BT.

  • Secara geografis

Berdasarkan geografisnya, Propinsi Bali ini berbatasan dengan Propinsi Jawa Timur (Jatim), dan juga batasnya di sebelah utara adalah Laut Bali, Selat Lombok di sebelah timur, samudera hindia di sebelah selatan, dan Selat Bali di sebelah barat.

Penduduk Bali
Untuk penduduk Bali, sebenarnya dibedakan atau terdri dari dua, yakni :
  • Penduduk Bali Aga (Penduduk asli Bali)
  • Penduduk Keturunan Majapahit


Kebudayaan Bali
Seperti propinsi yang lainnya, Bali pun juga memiliki kebudayaan tersendiri. Hal itu untuk menjadi ciri khas daerahnya sendiri. Dimana, kebudayaan itu terdiri dari bahasa, pakaian adat, rumah adat, kesenian, keagamaan.
1. Bahasa
Bahasa yang dgunakan di Bali adalah sebuah bahasa ‘Austronesia’ dari cabang Sundik dan juga lebih khusus dari anak cabang Bali-Sasak. Bahasa ini yang paling utama yakni dituturkan di wilayah pulau Bali dan pulau Lombok bagian barat, serta sedikit di ujung timur pulau Jawa.
Seperti bahasa yang lainnya, bahasa Bali pun memiliki tingkatan-tingkatan, yakni ada tingkatan bahasa Bali Alus, Bahasa Bali Madya, dan Bahasa Bali Kasar.
Bahasa Bali Alus, digunakan ketika dalam acara yang situasinya formal (resmi). Seperti ketika dalam acara meminang wanita, pertemuan di tingkat desa adat, atau pun juga komunikasi yang dilakukan antara orang yang berkasta rendah dengan orang yang berkasta lebih tinggi.
Bahasa Bali Madya, untuk bahasa yang Madya ini yakni digunakan pada tingkat yang masyarakatnya dikatakan menengah. Contohnya saja apabila seorang pejabat berbicara dengan seorang bawahannya.
Bahasa Bali Kasar, untuk bahasa Bali yang kasar ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang kelasnya rendah. Contohnya saja adalah kaum bangsawan (kaum sudra) dengan abdi dalemnya.

2. Pakaian Adat

Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Pakaian adat Bali seringkali dipakai ketika beribadah oleh para pemeluk Hindu yang ada di Bali. Namun, tak sedikit pula yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk Pakaian Adat Bali, ada yang untuk laki-laki dan ada juga yang untuk perempuan.

Pakaian Adat Bali laki-laki
Umumnya, lelaki di Bali mengenakan pakaian yang ada aksesorisnya, yakni : ikat kepala (udeng), baju, kamen, kampuh (saput), serta selendang pengikat (umpal).

a. Udeng (Ikat Kepala)
Udeng merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain dan digunakan untuk ibadah dan juga dalam kegiatan sehari-hari.

Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

b. Baju
Baju pakaian adat Bali merupakan baju tertutup yang modelnya hampir mirip dengan baju safari.

c. Kamen
lelaki di Bali, tidak mengenakan celana sebagai bawahannya tetapi mengenakan kamen. Kamen merupakan kain yang panjangnya adalah 2 meter dan lebarnya 1 meter. Kamen ini diikat pada pinggang secara melingkat dari kiri ke kanan.

d. Saput (Kampuh)
Selain Kamen, bagian penutup bawahan adalah Saput atau Kampuh. Saput ini diikat pada pinggang secara melingkar yang berlawanan arh jarum jam.

e. Umpal (Selendang Pengikat)
Umpal atau selendang pengkat warnanya kuning yang digunakan untuk menguatkan kamen dan juga saput.

Pakaian Adat Bali Perempuan
Sama halnya dengan pakaian adat laki-laki, pakaiana adat perempuan juga menggunakan beberapa aksesoris yanki:
Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

a. Kebaya
Kebaya merupakan pakaiaan atasan bagi perempuan di Bali. Kebaya ini warna yang digunakan adalah cerah dengan motifnya yang sederhana. Hal itu untuk menonjolkan ssegi kecantikan dan juga keanggunan dari seorang perempuan.

b. Kamen
seperti halnya lelaki, perempuan Bali juga menggunakan kamen. Bagi perempuan, Kamen ini digunakan guna menutupi tubuh pada bagian bawah, hingga sebatas 1 (satu) telapak tangan dari lutut.

c. Selendang (Senteng)
Perempuan di Bali, pada umumnya mengenakan senteng atau selendang. Dimana, selendang ini disampirkan pada bahunya.

d. Bulang Pasang
Bagi perempuan, untuk pengikat Kamen digunakan selendang yang warnanya kuning yakni Bulang Pasang yang diikatkan pada pinggang.

e. Sanggul
Perempuan di Bali menata rambutnya mempunyai aturan khusus, yang disebut dengan sanggul. Sanggul ini gayanya ada yang pusung gonjer, pusung tagel, dan pusung kekupu.
f. Bunga dan Aksesoris Lainnya
Perempuan di Bali pada umumnya menyelipkan bunga di telinganya. Biasanya, bunga yang digunakannya adalah bunga cempaka putih, bunga cempaka kuning, dan atau juga bunga kamboja.

3. Rumah Adat
Rumah adat Bali, harus disesuaikan dengan aturan Asta Kosala Kosali yakni sebuah ajaran yang terdapat pada kitab suci Weda. Dimana diatur berkaitan dengan tata letak bangunannya yang hampir sama atau mirip dengan ilmu Feng Shui yang terdapat dalam ajarn Budaya China.

rumah adat bali, Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Rumah adat Bali haruslah memenuhi terhadap aspek pawongan (manusia atau penghuni rumah), pelemahan (lokasi atau lingkungan), dan yang terahir parahyangan.
Secara umum, rumah Bali ini di penuhi oleh pernak-pernik hiasan, ukiran, serta warnanya yang alami. Kemudian juga terdapat patung-patung sebagai symbol atau lambang ritual.
Bangunan Rumah Adat Bali juga terpisah-pisah menjadi beberpa bangunan-bangunan yang kecil dalam satu area. Dimana bangunan-bangunan kecil itu pun kemudian disatukan dengan pagar yang mengelilinginya.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman. Perubahannya pun saat ini dapat terlihat, dmana bangunannya tak lagi terpisah-pisah.

4. Kesenian
Kesenian yang terkenal di Bali salah satunya adalah tarian daerah. Tarian darian dari Bali adalah sebagai berikut:

Tari Pendet
Tari Pendet, merupakan tarian selamat datang sebagai bentuk sambutan terhadap kedatangan para tamu dan juga undangan. Dalam tarian ini ada kegiatan menaburkan bunga, ekspresi penarinya yang penuh dengan senyuman yang manis.
Kebudayaan Bali Indonesia : Lengkap

Tari Kecak
Tari Kecak untuk pertama kalinya adalah diciptakan tahun 1930, yang para pemainnya adalah laki-laki. Biasanya, tari ini diperankan banyak laki-laki yang posisinya adalah duduk berbaris dengan membentuk sebuah lingkaran yang diiringi oleh irama-irama tertentu sambil dengan menyeruakan “cak” yang dilakukan secara berulang-ulang dan juga sambil mengangkat kedua tangannya. Tari Kecak ini adalah gambaran dari kisah Ramayana, dimana ketika barisan kera membantu Rama dalam melawan Rahwana.

Tari Barong
Tari Barong adalah gambaran dari pertarungan yang sangat sengit antara ‘kebaikan’ melawan kejahatan. Barong melawan Rangda adalah dua eksponen yang saling berlawanan antara satu dengan lainnya. Dimana, Barong dilambangkan kebaikan dan Rangda ialah kejahatan. Tari Barong ini biasanya diperankan oleh 2 (dua) penari dengan memakai topeng yang mirip harimau. Sementara Rangda, berupa topeng dengan berwajah menyeramkan dan ada dua gigi taring yang runcing di mulutnya.
Selain tarian yang telah disebutkan di atas, sebenarnya ada lagi tarian-tarian yang lainnya.

Demikianlah informasi yang bisa disampaikan berkaitan dengan Kebudayaan Bali Indonesia. Semoga bermanfaat!!!
Sumber :
https://nadillaikaputri.wordpress.com/2012/11/19/kebudayaan-bali/
http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-bali-pria-wanita.html

http://khantydwi.blogspot.co.id/2013/06/kesenian-dan-kebudayaan-bali.html

Previous
« Prev Post

Related Posts

23:49:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!