Apa Itu Literasi Digital? Pentingkah Untuk Kita Semua?

Apa Itu Literasi Digital? Pentingkah Untuk Kita Semua? : Nadiguru.web.id - Tak dapat disangkal, jika digitalisasi telah merambah ke berbagai aspek kehidupan. Segala informasi dapat dengan mudahnya diperoleh hanya dalam genggaman tangan. Namun, informasi tersebut tidak semuanya benar. Pasalnya, tak sedikit dari informasi yang disebarkan mengandung unsur hoax (berita palsu). Yang tujuannya adalah untuk menipu dan mengakali para pembaca maupun pendengar agar percaya terhadap informasi yang disebarkan tersebut. Untuk itu, agar kita tidak terjerumus oleh informasi yang sifatnya hanyalah hoax semata. Kita harus melek terhadap literasi digital.
Apa Itu Literasi Digital? Pentingkah Untuk Kita Semua?

Paul Gilster, sebagai salah satu tokoh yang telah menjadikan istilah literasi digital semakin populer mengartikan bahwa literasi digital sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam banyak format dari berbagai sumber ketika itu disajikan melalui komputer. Selain itu, disebutkan oleh Commmon Sense Media (2009) bahwa literasi digital mencakup tiga kemampuan, yakni kompetensi pemanfaatan teknologi, memaknai dan memahami konten digital serta menilai kredibilitasnya juga bagaimana membuat, meneliti dan mengkomunikasikan dengan alat yang tepat.
Melek terhadap literasi digital merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Bahkan, Muhadjir Effendy pun selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) akan mendorong masyarakat untuk melek literasi digital. Mengutip dari pernyataan Mendikbud, bahwa ternyata di dunia maya pada waktu sekarang ini semakin dipenuhi oleh konten yang berbau berita bohong, ujaran kebencian dan radikalisme, bahkan praktik-praktik penipuan.
Tentunya, konten seperti itu tak bisa langsung dicerna mentah-mentah. Melainkan perlu adanya proses tindak lanjut, yakni melalui pemikiran yang kritis. Sebuah pemikiran yang digunakan untuk mengungkap kembali kebenarannya. Bisa saja, dengan mencari sumber-sumber yang memang akurat dan terpercaya. Ataupun dengan bertanya kepada seseorang yang memang ahli di bidangnya. Bukan hanya sebatas dari sumber yang menyebarkan konten tersebut.
Perlu diakui, bahwa konten yang sifatnya ‘negatif’ seperti yang diungkapkan oleh Mendikbud seringkali mudah menyebar di dunia maya. Baik melalui media sosial maupun juga melalui blog atau web. Pasalnya, konten seperti itu mudah sekali mendapat perhatian dari para pembacanya. Sehingga, tak sedikit dan bahkan banyak yang me-like (menyukai) yang kemudian tanpa sadar menyebarluaskan kembali.
Hal itu tentunya akan memunculkan masalah yakni menjadikan masyarakat resah dan gelisah. Apalagi bagi masyarakat yang malas untuk berfikir kritis dalam mengungkap kembali kebenarannya. Dalam hal ini, masyarakat akan terperdaya oleh berita-berita yang sifatnya hoax.
Secara pribadi, penulis sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Mendikbud bahwa salah satu cara untuk menangkal konten yang berbau negatif adalah dengan membangun kesadaran individu. Dengan begitu, marilah kita bersama-sama untuk membangun literasi digital demi terwujudnya masyarakat yang aman dan nyaman.
Penulis : Dede Taufik, S.Pd.

Artikel Terkait

Apa Itu Literasi Digital? Pentingkah Untuk Kita Semua?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!

loading...