Kumpulan Puisi Bencana Alam

Kumpulan Puisi Bencana Alam : Bencana alam merupakan suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan juga mengganggu terhadap kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan juga oleh faktor manusia. Sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Menyikapi bencana alam, tak sedikit yang menuangkan keprihatinnya dalam bentuk puisi. Di bawah ini adalah beberapa contoh puisi tentang bencana alam.

Kumpulan Puisi Bencana Alam

---------------------------------------------
Mengapa?

Mengapa sungai kian dangkal
Sementara Bumi kian rapuh
Dalam alirannya yang kian mengeruh
Menjajah lekukan bumi yang menua

Diseberang sana, ada harapan tentang kehidupan
Yang kemudian terluluh lantakkan karena keserakahan
Hutan kian kikis
Hijau pemandangan kian menipis

Di seberang sana,
tanah yang tandus menua dalam kegersangan
Terkejut saat hujan melanda
Hanya bisa diam menyaksikan badai dan air menerjang segala

Saat itu,
ribuan manusia baru sadar
Aku bersalah telah menrusak alam
Dan sesaat setelah itu
Mereka lupa pada kenyataan
---------------------------------------------
Hukuman Tuhan

Jangan kau sangka air yang menyerang itu
Adalah keputusan tuhan yang kejam
Hingga kau salahkan Tuhan
Saat bergelimang nyawa melayang membubung awan

Kala itu, kau telah lupa
Alam mu adalah alam yang telah tercipta dari kekosongan
Dicipta sebagai sahabat kehidupan
Ketika itu kau pun lupa
Tangan tangan jahilmu merenggut kelestariannya

Masihkah kau lupa pohon pohon yang kau tebang
Hingga hutan berubah tandus dalam kegersangan
Masihkah kau lupa tentang sampah yang terbuang
Hingga sungaimu keruh dalam kotoran

Ingatlah wahai sahabat
Untuk sadar tentang pentingnya lingkungan
Tak perlu menunggu banjir menjemput
Karena Cukuplah yang terjadi
Menjadi peringatan dari Tuhan
---------------------------------------------
Banjir

Air tercurah deras dari langit
Gemuruh awan, bercahaya kilat
Ranting palem terhempas angin barat
Sampahpun ikut terhanyut

Muara sungai tertutup sampah
Rawa hilang teronggok sampah
Seluruh tempat penuh sampah
Menyengatkan bau dan sumpah serapah

Air deras tak tertahankan
Daratan telah penuh hutan beton
Tak ada lagi akar yang menahan
Air memenuhi darat dengan perlahan

Rumah telah penuh dengan air
Rumah tenggelam oleh banjir
Adakah ingatan untuk sadar
Sampah sumber banjir
---------------------------------------------
Bencana Untuk Negriku

Pohon beterbangan air laut tumpah
Bak air yang di tumpahkan
Karena…. karena kemarahan pencipta
Semua orang berlari
Berlari tanpa melihat ke belakang
Tak perduli dengan orang yang mereka cintai
Menangis-menangis yang ada
Tanpa ada perubahan
BuKan hanya letusan gunung merapi
Banyak bencana- bencana sekarang yg terjadi
Aku hanya bisa terpaku dan terdiam

Laut marah
Gunung gelisah
Indonesia pun resah
.
Kami mohon padamu Tuhan
Jangan lah ini terjadi lagi ..
Segala cobaan kau lemparkan
Dengan sekuat hati menerima kenyataan ini
.
Kami hanya manusia biasa
Dan tak luput dari dosa
Berilah kami kedamaian
Ohh .. engkau yang kuasa ..
.
Langkah demi langkah hati ini bergetar
Apakah ini teguran yang kuasa ??
Teguran yang tidak bisa ditawar..
Semoga perjuangan hidup ini tidak sia-sia.
---------------------------------------------
Gempa Bumi dan Gunung Merapi

Mereka tak menduga
mala petaka menimpa
meratap pedih
kehilangan segala yang mereka punya
jiwa
keluarga
kerja
sanak-keluarga
harta benda? pabila ada
seorang perempuan lari, tak sempat membawa yang ia miliki
kecuali dalam pelukan gendongan
seorang anak satu-satunya, bagai biji-mata ibu-bapak

Kini tlah terjadi
apa yang dipikiri
penyembuhan diri
penguatan hati
pikir dulu hari ini

Harapan
'tuk Penguasa Negara
bantuan dari beberapa negara yang tiba
terima dengan tangan terbuka
bijak - tepat - cepat pelaksanaan mulia
tak pandang bulu
tak pandang suku
tuk kepentingan mereka yang sedang pilu
bagai diiris dengan sembilu

Pabila mereka pulang ke kampung halaman
anak-anak bisa bermain riang
dengan harapan
ada tempat berteduh
'tuk hidup
kerja mereka butuh

Semoga
Semua keluarga yang tertimpa musibah
cepat sembuh
jasmani - rohani
tabahkan hati
naluri anak ibu Pertiwi.
---------------------------------------------
Bencana Alam

Alam,
Banyak yang telah kau beri
Kayu, Minyak, Batubara
Dan segalanya

Namun, kini tlah tiada
Setelah bencana di mana-mana
Bangunan, Pohon dan segalanya
Rusak sudah

Maafkan kami manusia
Yang telah merusakmu
Kami kan berjanji akan merawatmu
---------------------------------------------
Banjir Lagi..

Lihatlah kami disini.
Berteman banjir setiap hari.
Berjalan menuju tempat pengungsian.
Mencari tempat perlindungan..

Lihatlah generasi muda bangsa.
Yang berteman banjir kesekolahnya.
Menggenangi beranda dunia.
Tapi mereka tetap merintis mimpi dunia..

Anak-anak SD yang tiada tahu apa-apa.
Akan kerakusan para pemilik kuasa.
Membabat hutan dengan jumawa.
Tertawa ditempat istananya..

Namun roda ekonomi terus berlari.
Tiada perduli akan kebanjiran ini.
Dan tetap berteman genangan air.
Dari terbit fajar hingga mentari berakhir..

Salah siapa ini terjadi.?
Para pemilir disana terus berkata.
Banjir menyebabkan kita merugi.
Sambil duduk tenang ditempat hangatnya..

Uluran tangan para penderma.
Terasa kurang dan tiada merata.
Dan pemerintah hanya berusaha.
Namun banjir tahunan tetap melanda..

Banjir yang merugikan.
Genangan air yang menyengsarakan.
Namun langkah kaki manusia.
Tetap terperosok di jalan yang sama..
Berfikir kembali dan terdiam.
Aku termangu dalam kelam..
---------------------------------------------

 Demikianlah informasi yang berkaitan dengan Kumpulan Puisi Bencana Alam. Semoga bermanfaat!!!

Artikel Terkait

Kumpulan Puisi Bencana Alam
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!