NADI GURU BLOG

Wisata Pendidikan Alam : Untuk Memperkenalkan Bagaimana Cara Bertanam Dan Juga Pengenalan Kuliner Tradisional

Posted by Dede Taufik on Wednesday, 29 March 2017

Wisata Pendidikan Alam : Untuk Memperkenalkan Bagaimana Cara Bertanam Dan Juga Pengenalan Kuliner Tradisional

Kabar Pendidikan : Nadiguru.web.id - Seorang petani tengah sibuk membajak sawahnya dengan menggunakan dua kerbau. Latar tempatnya adalah di Dusun Andong, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi.
Di tengah-tengah kesibukan petani tersebut, datanglah 53 anak-anak dari pendidikan usia dini yang kemudian secara bergantian duduk di atas bajak itu. Anak-anak mendapatkan pengetahuan berharga yakni tentang bagaimana proses dari para petani dalam mengolah tanah.
Siapakah Anak-anak itu semua? Mereka merupakan rombongan yang berasal dari Kelompok Bermain (Kober) Blambangan yang tengah memperoleh materi belajar untuk mengenal profesi menjadi petani. Mulai dari proses membajak sawah, menanam, hingga cara panen.
Menurut Feni, salah seorang Guru Kelompok Bermain Blambangan mengatakan bahwa metode belajar yang didunakan oleh kami adalah saintifik, mengamati, menalar, dan menyampaikan info.

Wisata Pendidikan Alam : Untuk Memperkenalkan Bagaimana Cara Bertanam Dan Juga Pengenalan Kuliner Tradisional

Usai mengamati dan juga merasakan secara langsung proses bercocok tanam, harapannya adalah anak-anak dapat tahu dari mana nasi yang setiap hari dikonsumsi oleh kita semua.

“Saat ini temanya pekerjaan petani. Pengenalan kepada anak, tugasnya apa, alat yang digunakan apa saja,” kata Feni.

Dari sejumlah 53 siswa, 5 diantaranya adalah penyandang disabilitas. 48 Anak dengan rentang usia 0-4 tahun dan juga 5 Anak disabilitas usia 0-8 tahun.

Kober Blambangan sebelumnya pun juga pernah mengajak anak-anak untuk jalan-jalan ke Kantor Pos, Polres, BMKG dan juga kantor kelurahan.

“Kami siap menerima dan mendidik anak hingga siap masuk SD,” katanya.

Kunjungan anak-anak usia dini ke Dusun Andong guna mengenal proses pertanian telah dilakukan untuk ketiga kalinya. Dusun dengan area persawahan yang luasnya 450 hektare ini, memang siap dalam menerima anak-anak didik untuk diperkenalkan tentang bagaimana proses bercocok tanam.

Wisata Pendidikan Alam : Untuk Memperkenalkan Bagaimana Cara Bertanam Dan Juga Pengenalan Kuliner Tradisional

Rafii (40) Kepala Dusun Andong, Desa Tamansuruh, adalah sebagai seseorang yang menggagas ide untuk menjadikan area sawahnya sebagai tempat yang dia namakan Wisata Pendidikan Alam Andong.

“Awalnya saya tertarik memberi ruang anak-anak kembali ke zaman dulu. Sekarang cendrung ke HP. Jadi mendidik agar tidak terjerumus ke sana. Anak-anak dikenalkan membajak, bercocok tanam, sampai memanen,” ujar Rafii.

Melalui paket wisata edukasi ini anak-anak didik yang berkunjung pun juga dikenalkan tentang berbagai musik tradisional Banyuwangi. Rafii melakukan kerjasama dengan kelompok musik dari ibu-ibu PKK yang telah mahir dalam bermain gamelan sampai angklung.
Selain itu, anak-anak Kober Blambangan juga dikenalkan terhadap beragam kuliner tradisional khas dari Banyuwangi seperti halnya pecel pitik, pelasan ontong, dan koyong wader. Terdapat juga tentang proses bagaimana cara membuat jajanan tradisional kucur yang ditampilkan di luar.

Rafii mengatakan, kegiatan ini sangat didukung warga Andong, termasuk pemuda Karangtaruna. “Ada 25 orang Karangtaruna yang support,” ujarnya.

Wisata Pendidikan Alam : Untuk Memperkenalkan Bagaimana Cara Bertanam Dan Juga Pengenalan Kuliner Tradisional

Setelah anak-anak diajarkan bagaimana proses membajak sawah sambil mendengarkan beberapa musik tradisional. Anak-anak pun juga mencoba secara langsung menginjakkan kakinya di tanah hasil bajakan guna untuk belajar menanam berbagai jenis sayuran. Tak sedikit dari anak-anak yang juga melanjutkan dengan bermain lumpur.
Dari seperempat hektare sawah yang disiapkan, Rafii pun juga menyajikan gedebok pisang untuk melatih keseimbangan otak dengan berjalan di atasnya.

“Kalau jumlah anak-anaknya banyak, kami menyiapkan lahan lebih luas. Kemarin ada 450 anak. Kalau di bawah 100 anak bisa di sini,” ujarnya.

Wisata Pendidikan Alam Andong pertama didirikan pada tahun 2012. Sampai saat ini, masih tiga kunjungan ke desanya. Pasalnya, Rafii belum mengenalkan dengan publikasi melalui media sosial dan juga cara yang efektif lainnya.

Demikianlah informasi yang bisa disampaikan berkaitan dengan Wisata Pendidikan Alam Untuk Memperkenalkan Bagaimana Cara Bertanam Dan Juga Pengenalan Kuliner Tradisional, yang bersumber dari Merdeka.com. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi!

Previous
« Prev Post

Related Posts

22:49:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!