Faktor Penyebab Perubahan Benda

loading...
loading...
Segala sesuatu yang ada di alam pasti mengalami perubahan. Perubahan-perubahan pada benda dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan-perubahan itu ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan pada benda yaitu pelapukan, perkaratan, dan pembusukan.

1. Pelapukan
Faktor Penyebab Perubahan Benda
Proses perubahan benda menuju kehancuran disebut pelapukan. Proses perubahan pada benda membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ada yang membutuhkan waktu singkat dan ada yang membutuhkan waktu lama.
Pada batu dan kayu dapat mengalami perubahan yang disebut pelapukan. Batu dikatakan mengalami pelapukan jika pecah atau hancur menjadi batuan-batuan kecil dan bentuknya dapat
berubah menjadi bergerigi.
Sedangkan kayu dikatakan mengalami pelapukan jika kayu menjadi rapuh dan keropos. Tahukah kamu yang menyebabkan batuan atau kayu dapat mengalami pelapukan?
Faktor-faktor yang menyebabkan benda bisa lapuk adalah:
a. faktor makhluk hidup, disebut pelapukan biologi/organik;
b. faktor alam, disebut pelapukan fisika/mekanik.

a. Pelapukan Biologi/Organik
Pernahkah kamu melihat batuan yang ditumbuhi oleh pohon atau lumut? Pohon dan lumut dapat tumbuh di batuan, karena di tempat itu ada sedikit tanah dan air. Hal tersebut banyak terdapat di daerah yang lembab. Jika pohon semakin besar, akarnya akan mencengkeram semakin kuat sehingga dapat memecahkan batuan.
Faktor Penyebab Perubahan Benda
Pernahkah kamu melihat kayu yang telah dimakan rayap? Kayu tampak berlubang-lubang dan akan mudah patah atau keropos. Rayap telah memakan kayu sedikit demi sedikit sehingga menimbulkan lubang-lubang. Kayu yang telah dimakan rayap dikatakan mengalami proses pelapukan organik/biologi. Pelapukan biologi/organik disebabkan oleh makhluk hidup, seperti pohon, lumut, dan rayap.

b. Pelapukan Fisika/Mekanik
Pernahkah kamu berpikir dari mana pasir-pasir itu berasal? Atau mungkin kamu pernah melihat patung batu yang rusak? Angin yang bertiup sepanjang siang dan malam hari dapat memindahkan batuan sedikit demi sedikit. Angin yang bertiup kencang di daerah pegunungan dapat menggelindingkan batuan dari puncak gunung ke dasar jurang.
Faktor Penyebab Perubahan Benda
Selama menggelinding, batuan bergesekan dengan tanah atau berbenturan dengan batuan lain sehingga pecah menjadi bagian-bagian yang kecil berupa kerikil dan pasir. Hal ini berarti batuan
mengalami pelapukan fisika. Air yang menetes terus-menerus mengenai batuan dapat mengikis batuan, sehingga menyebabkan batuan menjadi rusak. Air juga dapat menyebabkan kayu menjadi cepat keropos. Kayu yang sering terkena air hujan menjadi lebih lembab dan lebih lunak sehingga lebih cepat keropos. Pelapukan fisika/mekanik disebabkan oleh faktor alam, seperti angin dan air.

2. Perkaratan
Faktor Penyebab Perubahan Benda
Pernahkah kamu melihat paku atau benda-benda dari logam yang sering terkena hujan dan berwarna kemerah-merahan? Warna tersebut terjadi karena proses perkaratan. Logam yang berkarat tidak lagi mengkilap dan permukaannya terasa kasar. Jika warna kemerah-merahan tersebut semakin banyak, logam semakin menjadi keropos dan tidak dapat digunakan lagi (rusak). Perkaratan terjadi karena reaksi kimia antara logam dengan oksigen yang disebut reaksi oksidasi.
Logam yang sering terkena air akan cepat berkarat, karena air banyak mengandung oksigen. Jika logam, terutama besi dan baja serta seng bersentuhan langsung dengan udara dan air maka akan terjadi reaksi oksigen membentuk karat. Hal ini berarti bahwa udara dan air dapat mengubah keadaan logam. Gejala perkaratan bisa sangat merugikan, terutama pada benda-benda yang mahal, seperti sepeda motor dan mobil.
Untuk mencegah atau memperlambat perkaratan logam adalah dengan menghalangi air dan udara berinteraksi atau bersentuhan langsung dengan logam. Caranya antara lain dengan pengecatan atau membuat benda tetap kering.

3. Pembusukan
Faktor Penyebab Perubahan Benda
Pernahkah kamu terlupa dan membiarkan makanan seperti roti, kue basah, nasi, dan buah sampai beberapa hari? Apa yang terjadi dengan makanan-makanan itu bila dibiarkan di udara terbuka selama beberapa hari?
Makanan-makanan tersebut akan berubah menjadi busuk, berbau tidak enak, dan tidak dapat dimakan lagi. Tahukah kamu apa yang menyebabkan pembusukan?
Pembusukan merupakan gejala yang dapat terjadi pada makanan dan bangkai akibat aktivitas jamur dan bakteri. Jamur dan bakteri senang hidup di tempat yang banyak mengandung zat makanan dan lembab. Bahan-bahan makanan yang cepat membusuk, di antaranya seperti ikan, daging, nasi, sayuran, buah-buahan, kue basah, dan roti. Jamur dan bakteri mudah berkembang pada tempat yang lembab dan juga pada makanan yang sudah kedaluwarsa.
Jamur dan bakteri yang tumbuh pada makanan sangat berbahaya karena dapat membusukkan makanan dan menghasilkan zat beracun yang membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, untuk mencegah pembusukan dapat dilakukan dengan memperkecil lingkungan hidup jamur/bakteri atau membuat jamur/bakteri mati.

Cara-cara untuk mencegah pembusukan, antara lain sebagai berikut.
a. Pengeringan
Makanan yang dikeringkan memiliki kadar air sangat kecil, sehingga jamur dan bakteri tidak dapat hidup pada makanan itu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cahaya matahari, panas api atau oven.

b. Pembekuan/Pendinginan
Pembekuan adalah menempatkan makanan dalam suhu yang sangat rendah (dingin). Suhu yang sangat dingin menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.

c. Pemanasan
Panas dapat membuat bakteri mati. Cara pemanasan sederhana adalah dengan merebus/mengukus. Dengan cara merebus, kandungan gizi makanan dapat rusak. Apabila dikukus, kandungan gizi makanan tidak mudah hilang.
Cara pemanasan modern adalah dengan pasteurisasi. Pesteurisasi adalah pemanasan makanan dengan suhu tertentu yang membuat bakteri mati, tetapi kandungan gizi makanan tidak hilang.

d. Pengasinan dan Pemanisan
Cara pengawetan dengan pengasinan ini menggunakan garam. Sedangkan pengawetan dengan pemanisan menggunakan bahan gula. Proses ini dilakukan untuk menghambat bakteri yang tidak dapat hidup pada kondisi yang terlalu asin atau terlalu manis.

e. Diberi Bahan Kimia (Pengawet)
Pemberian bahan pengawet akan mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri, atau membuat jamur dan bakteri mati. Makanan yang diberi pengawet kurang baik untuk kesehatan.

Demikian informasi yang bisa disampaikan berkaitan dengan Faktor Penyebab Perubahan Benda. Materi di atas bersumber dari Buku Bse Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 SD/MI, dengan hak cipta milik Depdiknas. Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat. Selamat belajar dan semoga sukses!!!
loading...

Artikel Terkait

Faktor Penyebab Perubahan Benda
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!