NADI GURU BLOG

Permendikbud RI Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan

Posted by Dede Taufik on Saturday, 8 April 2017

Permendikbud RI Nomor 10 Tahun 2017 : Dalam rangka melindungi pendidik dan pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengeluarkan Permendikbud RI Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan. Untuk selengkapnya bisa dibaca di bawah ini!
Permendikbud RI Nomor 10 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Bagi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan


PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 2017
TENTANG
PERLINDUNGAN BAGI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang  :   a.  bahwa  dalam  rangka  mendukung  fungsi  dan  peran strategis  pendidik  dan  tenaga  kependidikan,  perlu dilakukan  upaya  perlindungan  sebagaimana  diatur dalam  ketentuan  Pasal  40  ayat  (1)  Undang-Undang Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem  Pendidikan Nasional,  Pasal  39  ayat  (1)  Undang-Undang  Nomor  14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Pasal 40 ayat (1)  dan  Pasal  42  Peraturan  Pemerintah  Nomor  74  Tahun 2008 tentang Guru;
b.  bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana dimaksud  dalam  huruf  a,  perlu  menetapkan  Peraturan Menteri  Pendidikan  dan  Kebudayaan  tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan;

Mengingat  :  1.  Undang-Undang  Nomor  20  Tahun  2003  tentang  Sistem Pendidikan  Nasional  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  2003  Nomor  78,  Tambahan  Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2.  Undang-Undang  Nomor  14  Tahun  2005  tentang  Guru dan  Dosen  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun 2005  Nomor  157,  Tambahan  Lembaran  Negara  Nomor 4586);
3.  Undang-Undang  Nomor  23  Tahun  2014  tentang Pemerintahan  Daerah  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  2014  Nomor  157,  Tambahan  Lembaran Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4586)  sebagimana telah  diubah  beberapa  kali  terakhir  dengan  UndangUndang  Nomor  9  Tahun  2015  tentang  Perubahan  Kedua atas  Undang-Undang  Nomor  23  Tahun  2014  tentang Pemerintahan  Daerah  (Lembaran  Negara  Republik Indonesia  Tahun  2015  Nomor  58,  Tambahan  Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
4.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  74  Tahun  2008  tentang Guru  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2008 Nomor  194,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik Indonesia Nomor 4941);
5.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010  tentang Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan  Pendidikan  (Lembaran Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2010  Nomor  23, Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Nomor 5105)  sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan Pemerintah  Nomor  66  Tahun  2010  tentang  Perubahan atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor  17  Tahun  2010 tentang  Pengelolaan  dan  Penyelenggaraan  Pendidikan (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  2010 Nomor  112,  Tambahan  Lembaran  Negara  Republik Indonesia Nomor 5157);

MEMUTUSKAN:
Menetapkan  :  PERATURAN  MENTERI  PENDIDIKAN  DAN  KEBUDAYAAN TENTANG  PERLINDUNGAN  BAGI  PENDIDIK  DAN  TENAGA KEPENDIDIKAN.

Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.  Pendidik  adalah  guru,  pamong  belajar,  tutor,  instruktur, fasilitator, dan narasumber teknis.
2.  Tenaga  Kependidikan  adalah  pengelola  satuan pendidikan,  penilik,  pengawas,  peneliti,  pengembang,  tenaga  perpustakaan,  tenaga  laboratorium,  teknisi  sumber  belajar,  tenaga  administrasi,  psikolog,  pekerja sosial, terapis, tenaga kebersihan dan keamanan.
3.  Satuan  Pendidikan  adalah  kelompok  layanan  pendidikan yang  menyelenggarakan  pendidikan  pada  jalur  formal, nonformal,  dan  informal  pada  setiap  jenjang  dan  jenis pendidikan.
4.  Organisasi  Profesi  adalah  kumpulan  anggota  masyarakat yang  memiliki  keahlian  tertentu  yang  berbadan  hukum dan bersifat nonkomersial.
5.  Pemerintah adalah pemerintah pusat.
6.  Pemerintah  Daerah  adalah  pemerintah  provinsi, pemerintah kabupaten/kota.
7.  Masyarakat  adalah  kelompok  warga  negara  Indonesia nonpemerintah  yang  berbentuk  badan  hukum  atau perorangan  yang  mempunyai  perhatian  dan  peranan dalam bidang pendidikan.
8.  Kementerian  adalah  kementerian  yang  menangani urusan pemerintahan bidang pendidikan.

Pasal 2
(1)  Perlindungan merupakan upaya melindungi Pendidik dan Tenaga  Kependidikan  yang  menghadapi  permasalahan terkait pelaksanaan tugas.
(2)  Perlindungan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1) meliputi perlindungan:
a.  hukum;
b.  profesi;
c.  keselamatan dan kesehatan kerja; dan/atau
d.  hak atas kekayaan intelektual.
(3)  Perlindungan  hukum  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (2) huruf a mencakup perlindungan terhadap:
a.  tindak kekerasan;
b.  ancaman;
c.  perlakuan diskriminatif;
d.  intimidasi; dan/atau
e.  perlakuan tidak adil,
dari  pihak  peserta  didik,  orang  tua  peserta  didik, Masyarakat,  birokrasi,  dan/atau  pihak  lain  yang  terkait dengan  pelaksanaan  tugas  sebagai  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan.
(4)  Perlindungan  profesi  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (2) huruf b mencakup perlindungan terhadap:
a.  pemutusan  hubungan  kerja  yang  tidak  sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b.  pemberian imbalan yang tidak wajar;
c.  pembatasan dalam menyampaikan pandangan;
d.  pelecehan terhadap profesi; dan/atau
e.  pembatasan  atau  pelarangan  lain  yang  dapat menghambat  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan dalam melaksanakan tugas.
(5)  Perlindungan  keselamatan  dan  kesehatan  kerja sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  huruf  c  mencakup perlindungan terhadap risiko:
a.  gangguan keamanan kerja;
b.  kecelakaan kerja;
c.  kebakaran pada waktu kerja;
d.  bencana alam;
e.  kesehatan lingkungan kerja; dan/atau
f.  risiko lain.
(6)  Perlindungan hak atas kekayaan intelektual sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (2)  huruf  d  berupa  perlindungan terhadap:
a.  hak cipta; dan/atau
b.  hak kekayaan industri.

Pasal 3
(1)  Perlindungan  sebagaimana  dimaksud  dalam  Pasal  2 merupakan kewajiban:
a.  Pemerintah;
b.  Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya;
c.  Satuan Pendidikan;
d.  Organisasi Profesi; dan/atau
e.  Masyarakat.
(2)  Perlindungan  yang  dilakukan  Pemerintah  sebagaimana dimaksud  pada  ayat  (1)  huruf  a  dilakukan  oleh Kementerian  atau  kementerian  lain  yang menyelenggarakan  urusan  pemerintah  di  bidang pendidikan.
(3)  Dalam  melaksanakan  kewajiban  perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah Daerah, Satuan  Pendidikan,  Organisasi  Profesi,  dan  Masyarakat sesuai dengan kewenangan masing-masing wajib:
a.  menyediakan sumber daya; dan
b.  menyusun mekanisme pemberian Perlindungan,
sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan.

Pasal 4
(1)  Perlindungan  yang  dilakukan  oleh  Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dilakukan dalam bentuk advokasi nonlitigasi.
(2)  Advokasi nonlitigasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan  fasilitasi  penyelesaian  perkara  di  luar pengadilan dalam bentuk:
a.  konsultasi hukum;
b.  mediasi; dan/atau
c.  pemenuhan  dan/atau  pemulihan  hak  Pendidik  dan Tenaga Kependidikan.
(3)  Konsultasi  hukum  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2) huruf  a  dapat  berupa  pemberian  saran  atau  pendapat untuk penyelesaian sengketa atau perselisihan.
(4)  Mediasi  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  huruf  b merupakan  cara  penyelesaian  sengketa  melalui  proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak.
(5)  Pemenuhan  dan/atau  pemulihan  hak  Pendidik  dan Tenaga  Kependidikan  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat (2)  huruf  c  dapat  berupa  bantuan  kepada  Pendidik  dan Tenaga  Kependidikan  untuk  mendapatkan  penasihat hukum  dalam  penyelesaian  perkara  melalui  proses pidana,  perdata,  atau  tata  usaha  negara,  atau pemenuhan  ganti  rugi  bagi  Pendidik  dan  Tenaga Kependidikan.

Pasal 5
Dalam  melaksanakan  perlindungan  sebagaimana  dimaksud dalam  Pasal  4  ayat  (1),  Kementerian  dapat  berkoordinasidengan  Pemerintah  Daerah,  Satuan  Pendidikan,  Organisasi Profesi, Masyarakat, dan/atau pihak terkait lainnya.

Pasal 6
Ketentuan  lebih  lanjut  mengenai  perlindungan  Pendidik  dan Tenaga  Kependidikan  dalam  pelaksanaan  tugas  utamanya diatur  dalam  petunjuk  teknis  yang  ditetapkan  oleh  direktur jenderal terkait.

Pasal 7
Peraturan  Menteri  ini  mulai  berlaku  pada  tanggal diundangkan.
Agar  setiap  orang  mengetahuinya,  memerintahkan pengundangan  Peraturan  Menteri  ini  dengan  penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 28 Februari 2017
MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA,
ttd
MUHADJIR EFFENDY

Diundangkan di Jakarta
ada tanggal 1 Maret 2017
DIREKTUR JENDERAL
ERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
EMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
EPUBLIK INDONESIA,
ttd
WIDODO EKATJAHJANA

Sumber : peraturan.go.id

Previous
« Prev Post

Related Posts

22:04:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!