NADI GURU BLOG

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera

Posted by Dede Taufik on Friday, 10 November 2017

Spesies Baru Orangutan di Sumatera: Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) : Bermula dari suatu kerjasama yang dilakukan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Nasional (UNAS), dengan Yayasan Ekosistem Lestari - Program Konservasi Orangutan Sumatra (YEL-SOCP), dan berbagai Universitas lain di mancanegara, sejumlah tim peneliti yang bergerak di bidang genomik-genetika konservasi, morfologi, ekologi, serta perilaku primata menyimpulkan bahwasannya populasi orangutan Sumatera yang letaknya di habitat terisolir yakni, Ekosistem Batang Toru, di ketiga Kabupaten Tapanuli, Sumatera Utara, sebagai spesies baru dari kelompok genus orangutan.
Hasil penelitian tersebut dilaporkan pada salah satu jurnal internasional terkemuka, Current Biology, dimana kategori jenis orangutan baru dengan nama ilmiah “Pongo tapanuliensis” atau “orangutan tapanuli” dinobatkan sebagai spesies orangutan ketiga, setelah “Pongo pygmaeus” (orangutan kalimantan) dan “Pongo abelii” (orangutan sumatera).
Sebagai bukti pertama yang mengukuhkan orangutan tapanuli sebagai kategori spesies baru nampak terlihat dengan terpaparnya adanya perbedaan genetik yang sangat besar diantara ketiga jenis orangutan (melebihi perbedaan genetik antara gorila dataran tinggi dan rendah maupun antara simpanse dan bonobo di Afrika). Orangutan tapanuli diduga sebagai keturunan langsung dari nenek moyang orangutan yang bermigrasi dari Dataran Asia pada masa Pleistosen (+ 3.4 juta tahun silam).
Perbedaan morfologi lain juga terlihat dari ukuran tengkorak dan tulang rahang lebih kecil dibandingkan dengan kedua spesies lainnya. Selain itu, rambut di seluruh tubuh orangutan tapanuli yang lebih tebal dan keriting. Pengukuran tengkorak dan tulang rahang ini dilakukan oleh peneliti Anton Nurcahyo, MSi sebagai bagian dari studi doktoralnya yang sedang ia selesaikan di Australian National University (ANU) bersama dengan pakar taksonomi primata Prof. Dr. Colin Groves.
“Kami sangat terkejut sekaligus senang ketika menemukan ukuran tengkorak yang sangat berbeda secara karakteristik dibandingkan dengan spesies lainnya”, tambah Anton.
Berdasarkan studi perilaku dan ekologi, orangutan tapanuli juga diketahui mempunyai jenis panggilan jarak jauh/ long call (cara jantan menyebarkan informasi)  yang berbeda serta jenis pakan unik dari jenis buah-buahan yang hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru.
Peninjauan terakhir terhadap jumlah populasi orangutan tapanuli dilaporkan di tahun 2016. Dimana, hanya tersisa tidak lebih dari 800 individu hidup yang tersebar di tiga populasi terfragmentasi di Ekosistem Batang Toru.
“Terdapat tekanan antropogenik yang kuat terhadap keberadaan populasi orangutan tapanuli karena konversi hutan dan perkembangan lainnya”, ujar Dr. Puji Rianti, salah satu peneliti dari Institut Pertanian Bogor yang mempelajari genetika konservasi dari spesies orangutan di Sumatera.

Dr. Rianti menambahkan bahwa :
“Tindakan mendesak diperlukan untuk meninjau ulang usulan-usulan pengembangan daerah di wilayah ini sehingga ekosistem alami tetap terjaga demi keberlangsungan hidup orangutan tapanuli di masa depan”. Saat ini kawasan Ekosistem Batang Toru merupakan habitat terakhir bagi orangutan Tapanuli dengan jumlah individu terpadat.
Oleh karena itu, sebagian kawasan ekosistem Batang Toru  telah ditetapkan oleh Menteri LHK melalui Nomor : SK.637/MenLHK-Setjen/2015, tanggal 14 Desember 2015, menjadi KPH Lindung atau KPHL XXIV, KPHL XXV, dan KPHL XXVII, dipayungi oleh KPHL XI pada tahun 2015. Pengelolaan KPHL-KPHL itu perlu memprioritaskan upaya-upaya perlindungan bagi spesies orangutan jenis baru.
“Pemerintah Indonesia sangat gembira dan bangga terhadap penemuan ini”, ujar Menteri LHK.
Menteri juga berpendapat bahwa penemuan ini semakin menunjukkan betapa kayanya wilayah Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang masih relative sedikit diketahui.
“Kami sangat bertekad untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies kera besar ini, bekerjasama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, para peneliti, LSM, sivitas akademika, aktivis lingkungan, masyarakat dan para pihak lainnya. Kami menyadari bahwa Indonesia semakin memainkan peranan kunci dalam konservasi kehidupan global seluruh kera besar di dunia”, sambungnya.
Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera

Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera

Referensi :
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/11/spesies-baru-orangutan-di-sumatera-orangutan-tapanuli-pongo-tapanuliensis

Demikian informasi yang bisa disampaikan berkaitan dengan Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), Spesies Baru Orangutan di Sumatera. Semoga bermanfaat!

Previous
« Prev Post

Related Posts

21:45:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!