NADI GURU BLOG

Pendidikan Antikorupsi Untuk Menciptakan Lulusan Berintegritas

Posted by Dede Taufik on Friday, 3 November 2017

Pendidikan Antikorupsi : Korupsi merupakan perilaku yang tidak baik dan bisa merugikan banyak kalangan. Orang yang melakukan perilaku atau tindakan korupsi disebut sebagai koruptor. Koruptor ini merupakan musuh bersama yang harus diberantas dan tidak boleh dibiarkan. Lalu, bagaimana hubungannya antara pendidikan antikorupsi dengan lulusan yang berintegritas?

Pendidikan Antikorupsi Untuk Menciptakan Lulusan Berintegritas

Dikatakan Prof Ade Maman selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto bahwa pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi bisa menciptakan lulusan yang berintegritas.
"Pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi dapat menciptakan lulusan yang berintegritas dan profesional," katanya di Purwokerto, Kamis (3/11).
Menurutnya bahwa pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi sangatlah penting. Hal itu untuk memperkuat karakter dari para peserta didik. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, menurutnya telah memasukkan pendidikan antikorupsi sebagaisalah satu mata kuliah yang wajib.
Terdapat dua fakultas di Unsoed yang telah menerapkan pendidikan antikorupsi tersebut sebagai mata kuliah wajib. Kedua fakultas itu adalah Fakultas Hukum dan juga Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
"Diharapkan pendidikan antikorupsi sejak dini dapat membangun perilaku antikorupsi dalam arti luas," katanya.
Sementara itu, KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi juga terus memberikan dorongan terhadap adanya pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi, karena hal itu sebagai bagian dari upaya untuk melakukan pencegahan.
"Sudah ada beberapa universitas yang memasukkan pendidikan antikorupsi sebagai mata kuliah wajib, misalnya Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan beberapa universitas lainnya," kata Wakil Ketua KPK, Saut Sutumorang.
Menurut Saut, terdapat juga perguruan tinggi lain yang juga memasukkan pendidikan antikorupsi, walaupun tidak menjadikannya sebagai mata kuliah wajib.
"Boleh saja tidak masuk dalam mata kuliah wajib, tapi dimasukkan dalam mata kuliah lainnya," katanya.

Yang terpenting, menurut dia bahwa anak didik bisa memahami tentang budaya antikorupsi. (Sumber : republika.co.id)

Previous
« Prev Post

Related Posts

20:23:00

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!