Loading...

Sejarah Pancasila: Pengertian, Perumusan, dan Hari Kesaktian Pancasila

loading...

Sejarah Pancasila: Sahabat Nadi Guru yang berbahagia, kali ini kami akan berbagi wawasan umum tentang sejarah lahirnya pancasila. Yang akan disajikan disini berkaitan dengan sejarah pancasila yakni pengertian pancasila, Sejarah perumusan dan lahirnya Pancasila, serta Hari Kesaktian Pancasila.
 
Gambar Perisai Pancasila menampilkan lima lambang Pancasila
Gambar Perisai Pancasila menampilkan lima lambang Pancasila

Pengertian Pancasila
Pancasila merupakan ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta yakni: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan sebuah rumusan dan pedoman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara untuk seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah berikut ini.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Walaupun adanya perubahan kandungan danjuga urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap, selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Sejarah perumusan dan lahirnya Pancasila
Pada tanggal 1 Maret 1945, dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang ketuanya adalah Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat.
Dalam pidato pembukaannya, Dr. Radjiman antara lain mengajukan pertanyaan kepada anggota-anggota Sidang tentang “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?”
Dalam upaya perumusan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam BPUPKI yaitu:
Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. M. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut yakni, Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Beliau menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan tersebut berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan juga hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia.
Panca Sila oleh Soekarno, yang dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”. Sukarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni itu, katanya:
Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Sebelum sidang pertama itu berakhir, dibentuk suatu Panitia Kecil untuk:
1. Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar Negara berdasarkan pidato yang diucapkan Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.
2. Menjadikan dokumen itu sebagai teks untuk memproklamasikan Indonesia Merdeka.

Dari Panitia Kecil itu dipilih sembilan orang yang dikenal dengan “Panitia Sembilan”, untuk menyelenggarakan tugas tersebut. Rencana mereka itu disetujui pada tanggal 22 Juni 1945, yang kemudian diberi nama “Piagam Jakarta”.

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah:
Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945
Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 - tanggal 18 Agustus 1945
Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949
Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950
Rumusan Kelima: Rumusan Pertama menjiwai Rumusan Kedua dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi (merujuk Dekret Presiden 5 Juli 1959)
Presiden Republik Indonesia yakni Joko Widodo, pada tanggal 1 Juni 2016 telah menandatangani sebuah Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila dan sekaligus menetapkannya sebagai hari libur nasional yang berlaku mulai tahun 2017.

Hari Kesaktian Pancasila
Pada tanggal 30 September 1965, terjadi sebuah insiden yang dinamakan dengan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan juga apa motif di belakangnya. Namun, otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar pada waktu itu menyebarkan kabar bahwa insiden itu merupakan usaha dari PKI untuk mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.
Pada hari itu, 6 Jenderal dan juga 1 Kapten, serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru pun kemudian menetapkan bahwa 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Sumber pengetahuan:
id.wikipedia.org/wiki/Pancasila

Demikian yang bisa Nadi Guru sajikan berkaitan dengan Sejarah Pancasila: Pengertian, Perumusan, dan Hari Kesaktian Pancasila yang dipublish tanggal 5 Januari 2019.
Semoga bermanfaat…!!!

Salam…
www.nadiguru.web.id
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejarah Pancasila: Pengertian, Perumusan, dan Hari Kesaktian Pancasila"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan bijak pada form di bawah ini!